Sebanyak 11.884 RT Babar, terdata pada Data Terpadu Program Kesejahteraan Sosial

Muntok,(13/09). Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial dan Pemdes Kabupaten Bangka Barat, Suradi, Jum'at 13 September 2019.Bertempat di OR 1 Pemda Bangka Barat, telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Pimpinan, dimana sebagai pembicara kali ini dari Dinas Kessos dan Pemdes Bangka Barat, dengan judul topik bahasan "Data Terpadu Dalam Program Penanggulangan Pakir Miskin di Kabupaten Bangka Barat. Rapat dihadiri oleh Staf Ahli Bupati bidang Hukum dan Kesejahtraan Rakyat, Antoni Pasaribu, Asisten Administrasi Umum Sekda, Herzon, Kepala Dinas/Badan, Kepala Bagian dan para Camat se Kabupaten Bangka Barat.

Dalam paparannya Suradi menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan  Menteri Sosial No. 5 tahun 2019, tentang Pengelolaan Data Terpadu Kesejahtraan Sosial, maka diberlakukan Program Data Terpadu Kesejahtraan Sosial (PDTKS). Berdasarkan Data Terpadu tahun 2015 dan update terbaru tahun 2019, terdapat ,40.556 penduduk Kab.Bangka Barat terdata pada PDTKS atau  11.884 Rumah Tangga (RT).

Selanjutnya, menurut Suradi, terdapat 9  variabel dalam menetapkan data pada PDTKS yaitu; Demografi, ketenagakerjaan, perumahan, Kesejahtraan, kesehatan, kepemilikan asset,  dan pendidikan. Setiap 6 bulan sekali data PDTKS diperbarui. Dimana prosedur update data dapat dilakukan secara mandiri oleh penduduk perorangan ataupun dilakukan oleh pemerintah desa didampingi petugas KSM yg memang telah direkrut oleh pemerintah daerah, untuk Kabupaten Bangka Barat ada  80 orang KSM yg telah ditempatkan di setiap desa.

Data data pada PDTKS dipergunakan dalam rangka menentukan penerima bantuan, pemberian kartu program, kesejahtraan, kesehatan, pendidikan. Di Kabupaten Bangka Barat penggunaan data PDTKS telah menjadi dasar diantaranya; bantuan bagi anak yatim dan anak terlantar, bantuan perumahan, bantuan kesehatan, bantuan pendidikan, Program Keluarga Harapan (PKH), Kube, subsidi listrik, subsidi gas, Jadup lansia .

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Edi