Sekda Bangka Barat Hadiri Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) TPID

PANGKALPINANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, Drs. Muhammad Soleh, M. AP menghadiri Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) TPID. Rapat bertempat di Ruang Pasirpadi Kantor Gubernur, Rabu (3/2/21).
Rapat dipimpin secara langsung oleh Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel, Erzaldi Rosman. Agenda rapat adalah penyampaian perkembangan inflasi Bangka Belitung dan tindak lanjut pengendalian inflasi tahun 2021.
Gubernur Erzaldi mengajak pemerintahan kota/kabupaten untuk saling menguatkan koordinasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disesuaikan dan selaras dengan RPJMD provinsi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"Kita harus saling meningkatkan koordinasi antar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mendorong perencanaan penurunan inflasi melalui RPJMD yang disesuaikan dan selaras dengan RPJMD provinsi dan RPJMN," ujarnya.
"Ekonomi akan kembali bangkit apabila stabilitas harga di masyarakat sudah bisa terjangkau. Dan untuk mendapatkan keterjangkauan harga melalui stabilitas harga, perlu melakukan optimalisasi pasar murah dan operasi pasar komoditi seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, efisiensi jalur distribusi toko pertanian, dan pemantauan stok Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh satgas pangan, serta melakukan pengawasan penyaluran LPG bersubsidi," tambahnya.
Dirinya juga berbicara mengenai percepatan pemulihan ekonomi daerah di masa pandemi Covid-19 dimana pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi yang disampaikan kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Untuk mengendalikan inflasi daerah, kita perkuat empat pilar strategis, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif," jabarnya.
Ketika ditemui setelah acara, Sekda Bangka Barat, Muhammad Soleh, menyatakan bahwa sebagai upaya pengendalian inflasi daerah perlu dilakukan peningkatan produksi lokal.
*"pemerintah kabupaten Bangka Barat akan berupaya mengoptimalkan hal ini, sehingga tingkat ketergantungan pasokan pangan dari luar dapat dikurangi," ujarnya*.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika, menjelaskan pada bulan Februari 2021, Babel tercatat mengalami deflasi sebesar 0,11%, secara tahunan mengalami inflasi 0,94%, lebih rendah dibandingkan capaian inflasi nasional 1,38% dan wilayah sumatera 1,44%.
"Terkait laju pertumbuhan ekonomi Babel pada triwulan IV tahun 2021 mengalami kontraksi sebesar 1,04%, menunjukan arah yang membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 4,37%," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPS Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, menjelaskan data Kota Pangkalpinang di bidang pengeluaran terbesar di kota ini pada tahun 2021, yakni sektor makanan, minuman, dan tembakau.
Rapat itu turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, Ketua Satgas Pangan Babel, Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Asisten dan Kepala Dinas Provinsi Babel, serta perwakilan Bupati/Walikota se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
 

Sumber: 
Diskominfo Provinsi kepulauan Bangka Belitung
Editor: 
Wahyu Pratiwi