Sekretaris Gugus Tugas Covid -19, Sidharta: Ada 8 Kebijakan Penanganan Covid-19 di Bangka Barat

Muntok- Ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 21 April 2020, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Bangka Barat, Sidharta Gautama, S.STP., M. Si mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah memprogramkan 8 kebijakan pencegahan dan penanganan covid-19 di Kabupaten Bangka Barat. Adapun 8 kebijakan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Komunikasi, koordinasi, edukasi,

2. Disinfektan ruang publik,

3. Pemberdayaan Desa dan Keluarga,

4. Pengendalian dan pengawasan mobilitas penduduk,

5. Bantuan sosial,

6. SFH (School From House) & WFH (Work From Home),

7. APD dan Insentif, serta

8. Penyiapan rumah singgah dan isolasi

“Saat ini, kedelapan kebijakan tersebut sudah kami lakukan. Beberapa dalam proses persiapan, diantaranya adalah terkait dengan bantuan sosial dan APD dan insentif yang sedang dalam proses realisasi. Bantuan sosial saat ini sedang menunggu fix-sasi data faktual BLT desa. Untuk APD sebagian sudah datang dan sebagian lainnya sedang dalam proses pemesanan,” jelasnya. 

Adapun terkait dengan rumah singgah, dirinya mengatakan bahwa saat ini rumah singgah sudah disiapkan tepat di sebelah pelabuhan.

“Rumah singgah ini diperuntukkan kepada calon penumpang yang akan menyeberang ke luar Bangka Belitung melalui Pelabuhan Tanjung Kalian. Juga kami siapkan dapur umum yang bertujuan untuk memfasilitasi makan minum calon penumpang yang datang sehingga mereka tidak membeli di luar untuk mencegah risiko penularan covid-19 ini,” jelasnya. 

“Akan tetapi, melihat pengalaman minggu lalu dimana penumpang yang datang membludak, selanjutnya akan kami buka rumah singgah satu hari sebelum keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan yang akhirnya tidak sesuai dengan prinsip social distancing,” lanjutnya. 

Untuk rumah karantina, disebutkan pula olehnya bahwa saat ini gedung Diklat Bangka Barat sudah difungsikan sebagai rumah karantina yang berfungsi untuk mengisolasi ODP yang ada di Bangka Barat.

“Saat ini ada 1 ODP yang berada di sana yang dipantau oleh tenaga kesehatan dari Rumah Sakit dan juga dari personil Pol PP,” terangnya. 

Berkaitan dengan covid-19, Sidharta berpesan agar masyarakat tidak cepat percaya pada sumber informasi yang beredar karena bisa jadi informasi tersebut tidak benar.

“Jadi saat ini kami sudah mengagendakan konferensi pers yang dilakukan setiap Hari Jumat pukul 14.00 WIB dengan menghadirkan juru bicara covid-19, dr. Hendra, Kominfo, dan rekan media. Adapun ketika terjadi hal-hal mendesak seperti semalam (20/4/2020-red) tentang status seorang warga Sekar Biru, kami akan adakan konferensi pers tambahan untuk meluruskan informasi,” ujarnya.

Sumber: 
DISKOMINFO
Penulis: 
wahyu
Fotografer: 
dony
Editor: 
Wahyu Pratiwi