Sidang konsultansi Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Barat

Muntok,(12/11). Bupati Bangka Barat Markus membuka sidang konsultasi Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Barat Tahun 2019 bertempat di Ruang Operational Room I Gedung Sekretariat Daerah. Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah M.Effendi, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Sekretaris dan Anggota Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Barat, Kepala OPD, Camat Se-Bangka Barat, Narasumber pokja ahli Dewan Ketahanan Pangan Pusat dan Narasumber Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta tamu undangan lainnya. Markus yang juga selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Bangka Barat sangat mengapresiasi acara yang sangat strategis dalam rangka pemantapan pembangunan ketahanan pangan dan gizi di Kabupaten Bangka Barat, dengan adanya sinergi kebijakan dan program pangan dan gizi sehingga permasalahan pangan dan gizi yang ada di Kabupaten Bangka Barat dapat diatasi Bersama.

Pemenuhan pangan, gizi dan kualitas sumberdaya manusia adalah bagian yang tidak terpisahkan, cukup secara kuantitas dan kualitas menjadi salah satu aspek mendasar dalam pembangunan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, ujarnya. Hal ini harus terus-menerus dipersiapkan dengan baik guna menghadapi persaingan global yang semakin ketat saat ini, imbuhnya. Kemiskinan merupakan masalah multidimensional yang tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidakmampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan dalam memenuhi hak-hak dasar yang diakui secara umum antara lain terpenuhinya kebutuhan pangan dan kesehatan, sehingga ketahanan pangan dan gizi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya strategis dalam penanggulangan masalah kemiskinan, kata Markus. Pada tahun 2017 Kabupaten Bangka Barat termasuk satu diantara 100 (seratus) Kabupaten lain di Indonesia dengan angka prevalensi stunting yang tinggi yaitu sebesar 39,14%, dan menjadi salah satu Kabupaten yang ditetapkan sebagai lokasi prioritas percepatan penurunan stunting. Selama kurun waktu 2 tahun terakhir menurut Markus telah dilakukan upaya-upaya percepatan penurunan stunting oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan di tahun 2019, angka prevalensi stunting Kabupaten Bangka Barat menurun menjadi 14,09% per 31 Agustus 2019.

Stunting merupakan merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh multi-faktorial. Kompleksitas permasalahan stunting yang multi-dimensional, menyebabkab pentingnya peran serta dan kontribusi berbagai organisasi perangkat daerah, lembaga serta masyarakat dalam rangka intervensi baik spesifik maupun sensitif. Oleh karena itu dukungan seluruh organisasi perangkat daerah untuk memperkuat sinergi program lintas sektor melalui forum dewan ketahanan pangan dan kemiskinan yang ada demi mewujudkan SDM yang unggul di Kabupaten Bangka Barat, ujar Markus. Melalui kegiatan sidang konsultasi Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Barat Tahun 2019 sebagai forum komunikasi antar organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam keanggotaan Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Barat mengevaluasi kinerja Dewan Ketahanan Pangan, membahas masalah, tantangan serta upaya-upaya penyelesaian permasalahan pangan dan gizi yang ada di Kabupaten Bangka Barat, kata Markus.

Oleh karena itu, dengan memanfaatkan forum Dewan Ketahanan Pangan ini untuk memperkuat kerjasama dan sinergitas antar OPD dalam menetapkan langkah strategis pembangunan pangan dan gizi wilayah dan menghasilkan rumusan kebijakan yang benar-benar menggambarkan kemampuan daerah untuk menyelesaikan permasalahan dalam membangun pangan dan gizi sehingga ke depannya kinerja daerah terkait ketahanan pangan dan gizi dpat lebih baik, tutup Markus.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Gie
Fotografer: 
Gie
Editor: 
M.Amrullah