Sidharta: Penumpang yang ingin menyeberang harus lolos verifikasi Tim

Muntok- Bertempat di Pelabuhan Tj. Kalian Muntok, Sekretaris  Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Barat, Sidharta Gautama, S. STP menggelar konferensi pers pada 21 Mei 2020 malam.  Konferensi Pers juga dihadiri oleh Polres Bangka Barat, Kodim, Polsek Muntok, ASDP, Pol PP, dan jurnalis dari berbagai media. 
Sidharta menegaskan bahwa dalam memutus rantai penyebaran covid-19 saat ini, calon penumpang harus memenuhi kriteria dan syarat yang sudah ditetapkan. 
Hal ini didasarkan pada Surat Edaran Gugus Tugas Nasional nomor 4 tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Corona virus disease 2019 (covid-19).
Beberapa kriteria yang harus dipenuhi diantaranya:
1. perjalanan dilakukan harus dalam rangka pelayanan percepatan penanganan covid-19, kesehatan, hankamtibum, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar dan pelayanan fungsi ekonomi penting,
2. calon penumpang merupakan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang keluarga intinya (orang tua, suami/istri, anak, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia,
3. Repatriasi pekerja migran Indonesia (PMI), WNI atau pelajar Indonesia yang ada di luar negeri serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 
Adapun syarat yang harus dipenuhi adalah: 
1. Menunjukkan surat tugas bagi ASN, TNI, Polri yang ditandatangani oleh pejabat setingkat eselon 2,
2. Menunjukkan surat tugas bagi pegawai BUMN, UPT, Satker yang ditandatangani oleh direksi atau kepala kantor,
3. Menunjukkan hasil negatif covid-19 melalui rapid test atau surat keterangan sehat dari Rumah Sakit. 
4. Bagi yang tidak mewakili pemerintah atau swasta wajib harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai DNA diketahui oleh Lurah/kades setempat. 
5. Menunjukkan identitas diri
6. Bagi pasien, menunjukkan surat rujukan dari Rumah Sakit untuk pasien yang akan melakukan pengobatan di tempat lain,.
7. Menunjukkan surat keterangan kematian dari tempat almarhum/ah jika keperluan penyebrangan dikarenakan keluarga meninggal dunia.
8. Menunjukkan surat keterangan dari badan pekerja migran Indonesia (khusus untuk PMI) 
9. Menunjukkan surat keterangan dari universitas atau sekolah (khusus untuk mahasiswa dan pelajar).
"Dengan kriteria dan syarat tersebut, diharapkan penumpang yang berhak menyeberang adalah penumpang yang sudah memenuhi kriteria dan syarat yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, malam ini juga (21/5- red) kami akan merumuskan tim verifikasi yang beranggotakan semua pihak,  Polres, Kodim, Danpos AL, ASDP, Dinkes, Sat Pol PP, " ungkap Sidharta. 
"Jadi nanti teknisnya, melalui tim verifikasi, jika ada penumpang yang memenuhi kriteria tapi tidak memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan dan sebaliknya, maka akan kami kembalikan ke daerah asalnya dan batal menyebrang. Ini berlaku dari dalam dan luar Bangka Belitung," tambahnya. 
"Hal ini kami lakukan untuk memutus sebaran covid-19. Untuk itu kami berharap keterlibatan semua pihak untuk menyukseskan ini," tutupnya. 
Polres Bangka Barat yang diwakili oleh Kabag OPs menyatakan bahwa pihaknya siap bersinergi. Dirinya mengingatkan agar dalam menjalankan tugas nantinya semua pihak tetap melakukannya dengan cara yang santun dan humanis. 
"Jaga kesolidan, tetap tegas namun santun untuk menjaga Bangka Barat khususnya agar tetap kondusif," katanya.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Wahyu Pratiwi
Editor: 
Wahyu Pratiwi