Sidharta: Setiap Orang yang Masuk Melalui Pelabuhan Harus Dibawa Dulu ke Posko

 

Muntok- Pernyataan tersebut dikatakan oleh Sidharta Gautama selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Barat pada Selasa, 28 April 2020 melalui sambungan telepon oleh Tim Liputan Diskominfo. Hal ini terkait dengan 10 orang yang masuk melalui pelabuhan ikan pada Minggu, 26 April lalu dengan menggunakan jasa penyebrangan ilegal. 

Sidharta menyatakan bahwa hal itu bersifat  miskomunikasi.

"kedepannya harus diperbaiki. Jadi, sebetulnya semua yang jadi target ditemukan seperti itu harus masuk posko dulu karena

Posko adalah representasi dari gabungan dari semua unsur yang terlibat dalam gugus tugas percepatan covid-19,"jelasnya. 

Dengan demikian, dengan kata lain, setiap pihak yang melanggar dengan melakukan penyebrangan hendaknya dibawa ke posko untuk diverifikasi, di data, di cek kesehatannya. 

"Kan sekarang pelabuhan sudah tidak boleh untuk transportasi penumpang lagi. Jika ada yang melanggar dan tertangkap, dibawa ke posko. Jika ada unsur kriminal yang harus didalami pihaK terkait silakan dibawa. Tapi sudah dari posko posisinya, "imbuhnya. 

Hal ini untuk memastikan pendataan akurat di posko. 

"Jika suda tercatat kan kita bisa memperhitungkan harus kita apakan, kondisi kesehatannya seperti apa, rekomendasi dari tim gugus seperti apa. Jadi tidak langsung dibawa ke masing-masing instansi. Fungai posko dalam hal ini harus difungsikan sebagaimana fungsinya," tambahnya lagi. 

"Yang kemarin terjadi sebetulnya tidak salah tapi kurang tepat saja jika langsung dibawa ke instansi masing," tutupnya.

Sumber: 
Satgas Covid-19 Bangka Barat
Penulis: 
Wahyu Pratiwi
Editor: 
wahyu pratiwi