SKB BANGKA BARAT KEMBALI GELAR PAKET C

          Muntok, Bangka Barat, 31/5 (ANTARA) - Sanggar Kegiatan Belajar Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, pada tahun ajaran 2012/2013 kembali menggelar kegiatan belajar paket C dan paket B.

         "Pada tahun ajaran 2011/2012 kegiatan belajar mengajar paket B sempat terhenti karena kekurangan anggaran  operasional, namun seiring dengan adanya desakan dari para peserta didik yang ingin melanjutkan sekolahnya, kami upayakan dua paket tersebut dapat segera berjalan," ujar Kepala SKB Bangka Barat Sukandi di Muntok, Kamis.

         Ia menjelaskan, kegiatan belajar Paket C atau setara SLTA belum pernah dibuka di SKB tersebut, namun untuk Paket B atau setingkat SMP pernah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, namun pada 2011/2012 terhenti karena kekurangan anggaran.

         Menurut dia, peserta didik Paket B terakhir yaitu pada tahun ajaran 2010/2011 lebih dari 20 orang, mereka sebagian besar masih duduk setara kelas 2 SMP.

         "Mereka melaporkan ke kami bahwa mereka tidak melanjutkan ke PKBM swasta, dengan alasan biaya terlalu mahal, sementara jika di SKB Bangka Barat pendidikan gratis, jadi mereka lebih baik menunggu dimulainya lagi proses belajar mengajar di SKB," ujarnya.

         Selain gratis, katanya, kentungan belajar di SKB para peserta didik dibekali dengan berbagai keterampilan sesuai bakat dan minat masing-masing.

         Ia mengatakan, saat ini di Bangka Barat terdapat tujuh PKBM swasta yang tersebar di enam kecamatan meliputi Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Tempilang, Kelapa, Jebus dan Parittiga.

         Sukandi menambahkan, pihaknya dapat melaksanakan pembelajaran Paket B dan Paket C setelah mengajukan anggaran ke Pemerintah Pusat sehingga dapat menjalankan kembali paket tersebut untuk perkembangan pendidikan peserta didik yang sempat terhenti setahun.

         Dengan kembalinya aktivitas di SKB tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam pendidikan nonformal dan pelatihan keterampilan terutama mereka yang putus sekolah agar dapat mandiri sekaligus dalam upaya pengentasan kemiskinan.

         Ia mengatakan, dibukanya kegiatan belajar mengajar paket ini dimaksudkan untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan warga putus sekolah yang akan digelar seperti sekolah formal.

         "Bagi yang belum pernah mengikuti sekolah formal wajib mengikuti kegiatan belajar mengajar mulai kelas terendah dan berjenjang setiap tahun, namun bagi yang putus sekolah dapat langsung mengikuti proses belajar mengajar seperti pada saat dia keluar sekolah," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara