SKB LATIH KETERAMPILAN PEMUDA WUJUDKAN DESA VOKASI

          Muntok, Bangka Barat, 31/5 (ANTARA) - Sanggar Kegiatan Belajar Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, akan memberikan pelatihan keterampilan kerajinan bambu kepada pemuda Desa Terentang, Kecamatan Kelapa dalam upaya mewujudkan desa vokasi sesuai potensi sumber daya alam yang dimiliki.

         "Kami akan memberikan pelatihan kerajinan bambu untuk membangun semangat kewirausahaan dan mengurangi pengangguran pemuda di desa tersebut, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujar Kepala SKB Bangka Barat Sukandi di Muntok, Kamis.

         Ia menjelaskan, pelatihan akan dilakukan di desa tersebut karena jarak desa yang terlalu jauh dengan SKB Bangka Barat, dengan melibatkan tenaga pelatih salah satu perajin di desa itu dan mengambil dari luar daerah untuk memberikan keanekaragaman poduksinya.

         Menurut dia, terbentuknya desa vokasi tersebut atas upaya berbagai pihak untuk meningkatkan perekonomian desa melalui kerajinan bambu yang sudah berjalan sejak lama, sekaligus memberikan peluang usaha bagi generasi muda mengembangkan sektor usaha yang sudah ada.

         "Untuk bahan baku tidak ada masalah karena di sana masih banyak bambu yang bisa dikembangkan sebagai bahan pokok produksi," ujarnya.

         Dengan terbentuknya satu desa vokasi, kata dia, diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa lainnya sehingga ke depan dapat terbentuk banyak desa vokasi sesuai sumber daya alam yang ada di desa masing-masing, karena Bangka Barat memiliki banyak potensi yang belum tersentuh.

         Sukandi menambahkan, desa vokasi merupakan desa yang mampu mengembangkan usaha ekonomi kreatif dan produktif, yang dapat dijadikan sumber potensi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, sehingga lahir wirausaha baru yang dapat menggerakkan perekonomian daerah sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

         "Kami akan memberikan pelatihan keterampilan kerajinan dan produk lain berbahan dasar bambu selama satu bulan penuh," ujarnya.

         Dengan terwujudnya desa vokasi tersebut, diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan sektor pariwisata yang sedang digalakkan Pemkab Bangka Barat seiring minimnya cindera mata khas daerah yang tersedia di pasaran.

         Ia mengharapkan dalam bidang pemasaran, nantinya Disperindagkop dan UKM Bangka Barat turut berperan serta membantu pemasaran, karena selama ini kerajinan asal desa tersebut pemasarannya masih tradisional sehingga kurang berkembang.

         "Kami juga berharap ke depan desa tersebut dapat menjadi sentra kerajinan bambu dan bagi yangingin belajar membuat produk bambu dapat langsung belajar di tempat tersebut," ujarnya.

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara