SMAN 1 Muntok Wakili Kecamatan Muntok Ikuti Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat SMA/SMK/MA Tahun 2020

Muntok, (12/03). Perpustakaan adalah ujung tombak literasi yang merupakan jantung dari sebuah lembaga pendidikan. Selaras dengan penguatan pendidikan karakter melalui gerakan literasi sekolah, SMAN I Muntok merupakan sekolah yang mewakili Kecamatan Muntok untuk mengikuti lomba perpustakaan sekolah tingkat SMA/SMK/MA. Adapun penilaiannya telah dilaksanakan pada hari Kamis (12 Maret 2020) oleh Tim Penilai dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Bangka Barat. 

 Pada kesempatan lomba kali ini, Perpustakaan “Lijandik” yang merupakan akronim dari Literasi jantung Pendidikan mengusung konsep “LIBRARY MAKES A DREAM COMES TRUE” menjadikan perpustakaan sebagai sarana untuk mencapai cita-cita lewat berbagai gerakan literasi sekaligus tempat menyalurkan segala kreasi, sehingga dapat mengubah paradikma perpustakaan menjadi ajang kreativitas siswa.

SMA Negeri 1 Muntok pernah mengikuti lomba perpustakaan sekolah SMA/SMK/MA tingkat Nasional mewakili Prov. Kep. Bangka Belitung tahun 2017 lalu, dengan hasil  menduduki peringkat tujuh nasional. 

 Dalam menjalankan kegiatannya, kepala perpustakaan dan pengelola perpustakaan dibantu oleh sukarelawan perpustakaan di lingkungan sekolah, yaitu "Awak Perpustakaan" yang terdiri dari siswa-siswa terpilih yang mempunyai minat di bidang literasi. Mereka belajar sekaligus praktek lapangan bagaimana mengolah bahan pustaka dari mulai datang buku hingga tersusun di rak koleksi. Selain itu, dengan berkecimpung langsung, mereka mendapatkan pengalaman berorganisasi untuk kegiatan berbagai lomba yang diadakan oleh perpustakaan Lijandik.

 Selain perpustakaan induk, SMA N I Muntok juga menempatkan beberapa perpustakaan mini yang menyebar di tempat-tempat strategis, berupa ruang baca outdoor dan pojok baca yang ada di setiap kelas. Rita Orbaningrum, kepala perpustakaan menyampaikan bahwa segala kegiatan dan keberadaan pengembangan perpustakaan ini diwujudkan atas dukungan dan kerja sama seluruh stakeholder di sekolah baik kepala sekolah yang selalu memberi support dan dukungan juga rekan –rekan guru serta staf TU.

        “Tujuan pembuatan "Mini library adalah  untuk memudahkan jangkauan peserta didik memperoleh bahan pustaka untuk dibaca, disela waktu luang mereka tanpa harus berjalan agak jauh” tambah Rita Orbaningrum, S.Pd. Hal senada juga disampaikan oleh Peter, siswa kelas XI IPA 2, bahwa dengan adanya mini library, mereka bisa memanfaatkan waktu luang dengan membaca di ruang terbuka sambil berdiskusi dengan teman-teman.

         Dalam meningkatkan minat baca, SMA Negeri 1 Muntok melakukan berbagai kegiatan, diantaranya seperti wajib membaca 15 menit sebelum pelajaran pertama dimulai, kemudian menuliskan apa yang telah dibaca tersebut. Selain itu, satu siswa wajib membuat resensi dari sepuluh buku dalam satu tahun dan menulis antologi untuk diterbitkan menjadi buku yang ber ISBN. 

Rita Orbaningrum, S.Pd, sebagai kepala perpustakaan sekaligus penggiat literasi di Bangka barat yang pada tahun 2019 lalu memperoleh penghargaan “Nugra Jasa Darma Pustaloka” dengan kategori penggiat literasi maayarakat dan juga pendiri pondok baca ceria.

Kepala SMA Negeri 1 Muntok, Amrullah, S.Pd, M.M. berharap masukan dan saran dari berbagai pihak demi kemajuan perpustakaan sekolah. 

“Kerja sama harus ditingkatkan, semoga keberhasilan yang pernah diraih dapat dipertahankan.  Yang lebih penting dalam dunia pendidikan adalah menciptakan siswa yang hebat, bukan guru yang hebat, tidak ada artinya guru yang hebat tanpa menghasilkan anak-anak yang hebat”, ungkapnya.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
karlena yulia
Fotografer: 
karlena yulia
Editor: 
Wahyu Pratiwi