SUKMAWATI MINTA MASYARAKAT GELORAKAN SEMANGAT NASIONALISME

         Muntok, Bangka Barat, 17/6 (ANTARA) - Sukmawati Sukarnoputri, anak Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, mengajak seluruh elemen masyarakat menggelorakan kembali semangat nasionalisme dalam upaya mewujudkan cita-cita para pejuang.

        "Kasus korupsi yang dilakukan secara bersama-sama oleh para politikus, pengusaha dan para pemimpin negeri merupakan salah satu contoh nyata lunturnya semangat nasionalisme," kata dia di Muntok, Minggu.

        Ia menjelaskan, kasus korupsi yang terjadi di seluruh lini merupakan fenomena buruk yang harus segera dihilangkan dengan membangun karakter kebangsaan yang harus segera dimulai sejak usia dini.

        Sukmawati Sukarnoputri sengaja hadir di Kota Muntok, Bangka Barat dalam rangka napak tilas rekam jejak sejarah perjalanan Soekarno-Hatta yang  57 kelompok peserta dari Bangka Barat, Pangkalpinang dan Bangka Tengah dengan jumlah peserta sekitar 600 orang.

        Ia mengatakan, melalui berbagai kegiatan seperti napak tilas yang diselenggarakan Pemkab Bangka Barat, diharapkan mampu menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam upaya membangun karakter bangsa.

        Dalam kesempatan tersebut, Sukmawati berpesan kepada Pemkab Bangka Barat untuk meningkatkan  kegiatan seperti itu, sebagai salah satu upaya menanamkan sikap patriotisme dan spirit nilai-nilai kebangsaan.

        "Tanpa rasa nasionalisme, niscaya cita-cita pembangunan akan tercapai, semangat ini harus terus ditanamkan sejak anak usia dini, jangan sampai luntur," ujarnya.

         Ia mengatakan, lunturnya semangat nasionalisme oleh arus globalisasi dan modernisasi yang mengakibatkan kemerosotan akhlak moral yang perlu ditanggulangi dengan upaya nyata dari seluruh elemen masyarakat untuk menanamkan semangat kebangsaan.

         Menurut dia, upaya-upaya yang relevan seperti menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan kegiatan lainnya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, berbangsa dan bernegara yang mutlak dibutuhkan untuk menyukseskan rencana pembangunan nasional dan kemajuan bersama.

         "Kami berharap seluruh masyarakat untuk menumbuhkan pendidikan karakter bangsa dalam upaya mengambangkan jiwa nasionalisme terutama kepada generasi muda," ujarnya.

         Sukmawati hadir dalam kegiatan tersebut didampingi keluarga pejuang perintis kemerdekaan lain, seperti keluarga M Hatta, Alisastro Amidjojo, M Roem, keluarga besar Yayasan Bung Karno dan tokoh masyarakat Nusa Tenggara Timur Paulus Demon Kotan.

         Makna yang terkandung dalam napak tilas tersebut menggambarkan kedekatan Presiden dan Wakil Presiden RI pertama itu dengan masyarakat Muntok yang direfleksikan dalam suatu perjalanan tamasya dari Wisma Ranggam menuju Pantai Tanjung Kalian.

         Dalam kegiatan Napak Tilas 2012, seluruh peserta mengenakan pakaian persis pakaian yang dipakai rombongan Bung Karno dan Hatta pada tahun 1948. Sembari menyanyikan lagu perjuangan, peserta napak tilas berjalan kaki dari Wisma Ranggam menuju Pantai Tanjung Kalian yang berjarak sekitar 10 kilo meter.

         Berdasarkan catatan sejarah, Soekarno dan sejumlah tokoh nasional lainnya dibawa ke Muntok dibagi menjadi tiga kelompok atau rombongan. Rombongan pertama adalah Mohammad Hatta, Mr AG Pringgodigdo, Mr Assaat, dan Komodor Udara S Suryadarma yang diasingkan 22 Desember 1948 dari Yogyakarta.

         Rombongan kedua adalah Mr Moh Roem dan Mr Ali Sastroamidjojo yang diasingkan dari Yogyakarta ke Manumbing pada 31 Desember 1948. Rombongan ketiga terdiri dari Bung karno dan Agus Salim juga diasingkan ke Bangka pada 6 Februari 1949 dari tempat pengasingannya semula di Kota Prapat, Sumatera Utara.   

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News