SUMBANGAN PIHAK KETIGA RP. 5 MILIAR LEBIH

Muntok, Bangka Barat,6/1 (ANTARA) - Sumbangan pihak ketiga yang masuk ke kas daerah Kabupaten Bangka Barat, pada 2010 mencapai Rp5 miliar lebih, namun jumlah tersebut tergolong rendah karena penggalian sumber daya alam terutama di sektor pertambangan timah cukup tinggi."Sumbangan tersebut masih rendah, mengingat penggalian sumber daya alam di daerah ini cukup tinggi terutama pada sektor pertambangan timah," kata Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat, Aryanto di Muntok, Kamis.

 
Ke depan pihaknya lebih mengoptimalkan penyerapan uang yang berasal dari sumbangan pihak ketiga dengan melakukan inventarisasi jumlah usaha pertambangan biji timah yang beroperasi di Bangka Barat.

"Sumbangan pihak ketiga ini merupakan bagian penting dalam memajukan pembangunan daerah ini di berbagai sektor, sehingga penyerapan uang dari sumbangan pihak ketiga harus lebih optimal," ujarnya.

Ia mengatakan, sumbangan pihak ketiga ini diatur melalui peraturan daerah Kabupaten Bangka Barat dan uang tersebut disetorkan langsung kepada bendahara Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA).

Ia menilai sumbangan pihak ketiga yang masuk ke kas daerah masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah Kapal Isap Produksi (KIP) di wilayah Kabupaten Bangka Barat yang berjumlah 38 unit.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Bangka Barat, Abdul Muin, mengatakan, sektor pertambangan timah tetap memberikan sumbangan terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangka Barat, disamping sektor lainnya seperti pertanian dan perkebunan.

Sedangkan untuk royalti yang masuk ke daerah, kata dia, merupakan dana bagi hasil yang diberikan oleh pemerintah pusat dengan sumber penghasilan dari daerah.

"Royalti tersebut diserahkan kepada pemerintah pusat dan kemudian kembali dibagikan ke daerah, daerah penghasil tentu mendapatkan lebih besar," katanya tanpa merinci jumlah royalti. (T.KR-HDI/B/Y006/Y006) 06-01-2011 23:58:42 NNNN

 

Copyright © ANTARA

Sumber: 
Antara