TANGGAP SAMPAH PASAR MUNTOK PASCA BANJIR

Muntok (11/03/2018) Dinas Lingkungan Hidup. Tim Pasukan Kuning Dinas Lingkungan Hidup melakukan tindakan tanggap sampah akibat banjir yang melanda pasar Muntok dan sekitarnya yang terjadi sejak Minggu dini hari tadi (11/03). Tanggap sampah itu dimulai pukul 13.30 WIB sesaat setelah banjir surut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Ir. Megawati, menyampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan Pasukan Kuning dengan armada truk sampahnya untuk melakukan sweeping sampah pada hari ini. Sweeping ini diutamakan di seluruh jalur pertokoan pasar, terminal sampai area seputaran Masjid Jami’ dan Kelenteng Kung Fuk Miau yang merupakan pusat kepentingan umum dan aktifitas perdagangan yang terkena dampak parah oleh banjir. Sweeping sampah itu selesai dilakukan sekitar pukul 16.30 WIB.

“Jika kondisi memungkinkan, hari Senin besok, 12 Maret 2018, akan dilanjutkan sweeping sampah pasca banjir. Pengangkatan sedimentasi pasir dan tanah lumpur yang tertimbun di jalan, tidak hanya di pasar dan pertokoan, tetapi masuk ke seputaran pemukiman Kampung Ulu dan Kampung Tanjung yang terdampak akibat banjir,” kata Ir. Megawati.

Sekretaris Daerah Bangka Barat, Drs. H. Yunan Helmi,M. Si., saat dikonfirmasi, juga menyampaikan pesan agar kita sama-sama berdoa semoga tidak ada banjir susulan dan semua pihak terus bersama berbuat menangani dan mengurus korban dan dampak akibat dari banjir hari ini. “Mudah-mudahan pasar Muntok dapat segera pulih dan perdagangan dapat berjalan normal kembali,” harap Sekretaris Daerah.

Seperti yang telah diketahui, banjir besar kembali melanda pasar Muntok pada hari Minggu pagi (11/03). Intensitas hujan sejak Sabtu malam sampai Minggu dini hari mengakibatkan luapan aliran sungai Kampung Ulu. Luapan air yang menggenangi pasar Muntok dan sekitarnya mulai mereda sekitar pukul 10 pagi. Pada tahun-tahun terakhir ini, banjir seolah sudah menjadi langganan di Muntok. Tercatat pada Januari 2017 lalu, banjir besar juga telah banyak mengakibatkan kerusakan infrastruktur.***

Sumber: 
Dinas Lingkungan Hidup
Penulis: 
Idwin
Editor: 
Muhammad Erfan