TEMPAT HIBURAN TANJUNG KALIAN AKAN DIRUBUHKAN

          Muntok, Bangka Barat, 1/6 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, berencana akan merobohkan bangunan tempat hiburan malam di kawasan Tanjung Kalian, Muntok, jika tidak menaati peringatan yang telah disampaikan.

         "Kami telah menyampaikan beberapa kali imbauan kepada para pemilik usaha agar sementara tempat usahanya sampai mendapatkan izin operasi sesuai aturan yang berlaku," ujar Bupati Bangka Barat Zuhri M Syazali di Muntok, Jumat.

         Namun, lanjutnya, berdasarkan laporan dari petugas di lapangan dan warga, sampai saat ini masih ada tempat hiburan malam yang beroperasi dan meresahkan warga di sekitarnya.

         "Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami instruksikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka Barat melakukan penyegelan seluruh tempat usaha hiburan di Tanjung Kalian," ujarnya.

         Ia mengatakan, jika setelah penyegelan para pemilik usaha tersebut masih tetap membuka tempat usahanya dan tidak menaati peringatan tersebut, pihaknya tidak akan ragu-ragu untuk merobohkan seluruh bangunan tempat usaha hiburan malam tersebut.

         Menurut dia, langkah tersebut tidak main-main atau sekedar terapi kejut karena Pemkab memiliki kewajiban menjalankan aturan yang ada dan sudah disepakati bersama.

         Hal ini disampaikan bupati, menanggapi masih maraknya operasi tempat hiburan malam di Tanjung Kalian pascakesepakatan antara Bupati dengan para pemilik usaha tersebut yang ditandatangani pada 12 April 2012.

         Kesepakatan tersebut berisi kesanggupan para pemilik tempat usaha hiburan di kawasan Tanjung Kalian untuk menutup sementara tempat usahanya sampai proses pngurusan izin mendirikan bangunan (IMB), surat izin gangguan (SIG) dan izin usaha pariwisata dikeluarkan.

         Menurut dia, perintah penyegelan tersebut bukan atas dasar desakan kelompok tertentu, namun atas permintaan warga di daerah itu yang menginginkan penertiban tempat usaha yang tidak sesuai aturan yang berlaku.

         Selain itu, kata dia, upaya tersebut juga untuk meminimalkan potensi terjadinya praktik prostitusi yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial, penyakit masyarakat, merugikan kesehatan, penyebaran HIV/Aids, penyebaran narkoba dan minuman keras serta berbagai dampak negatif bagi generasi muda.

         "Kami tidak akan ambil resiko, jika masih tetap buka akan kami gusur dengan alat berat, lebih baik rugi sedikit sekarang dari pada banyak rugi di kemudian hari, ini berlaku di Tanjung Kalian maupun Argen, akan kami hilangkan seluruh usaha tempat  hiburan yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat," ujarnya.

         Ia meminta warga untuk ikut menolak kehadiran para pekerja dari tempat-tempat hiburan yang berpotensi melakukan praktik prostitusi, tinggal di wilayah Bangka Barat dan tidak menghendaki adanya praktik prostitusi di lingkungan tempat tinggalnya.

         "Kami izinkan tinggaldi Bangka Barat, namun dengan catatan sanggup tidak praktik prostitusi karena Bangka Barat memiliki potensi sumber daya alam melimpah dan peluang membuka lapangan pekerjaan. Kan tidak harus kerja yang gituan," ujarnya. 

Sumber: 
Antara
Penulis: 
Antara