TES URINE PELAJAR DAN PEJABAT TERANCAM GAGAL

Muntok, Bangka Barat, 4/3 (ANTARA) - Program tes urine bagi pelajar dan pejabat eselon di Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung terancam gagal karena kekurangan anggaran.

"Pada awalnya kami ingin melaksanakan tes urine pelajar untuk mewujudkan sekolah bebas narkoba sekaligus memberi contoh agar dapat diikuti sekolah lain di seluruh Bangka Barat," ujar Pelaksana Harian Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bangka Barat Agus Sunawan di Muntok, Minggu.

Sedangkan rencana tes urine kepada seluruh pejabat eselon 3 dan eselon 2 di Pemkab Bangka Barat, dimaksudkan agar pejabat memberi contoh positif kepada masyarakat dengan harapan dapat menekan jumlah penyalahgunaan narkoba di daerah itu.

Berdasarkan data dari Polres Bangka Barat, pada 2011 terdapat 28 kasus narkoba dengan 37 telah ditetapkan sebagai tersangka, Jumlah tersebut meningkat tajam dibanding 2010 yaitu 19 kasus, 17 tersangka.

"Jumlah kasus narkoba di Bangka Barat mengalami peningkatan cukup mengkhawatirkan, karena sejak 2005 sampai 2011 tercatat 121 kasus dengan jumlah tersangka 172 orang," ujarnya.

Ia menjelaskan, rencana tes urine tersebut kemungkinan ditiadakan karena minimnya anggaran dari pemkab untuk kegiatan BNK Bangka Barat, yaitu Rp250 juta yang disetujui dari Rp850 juta yang diajukan untuk seluruh kegiatan pencegahan narkoba.

Selain tes urine, banyak kegiatan lain yang tidak dapat terlaksana seperti sosialisasi UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika kepada seluruh satgas antinarkoba di setiap kecamatan dan sekolah, sosialisasi kebijakan strategi nasional Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada seluruh instansi terkait seperti Dinas Sosnakertrans, Dinas Kesehatan, DPPKB, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.

"Rencana advokasi dan sosialisasi ke lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam upaya mewujudkan pencegahan berbasis masyarakat kemingkinan juga tidak akan terlaksana," ujarnya.

Meskipun mengalami kekurangan anggaran untuk melakukan berbagai kegiatan tersebut, BNK Bangka Barat akan tetap berupaya melakukan sosialisasi terutama di sekolah-sekolah dan jika memungkinkan akan mewujudkan satu unit sekolah bebas narkoba.

Selain itu, pada 2012 BNK juga akan menerbitkan sekolah bebas narkoba yaitu sekolah yang seluruh siswanya bebas dari narkoba yang dibuktikan tes urine, terbentuk kader narkoba dan siswa mampu menjadi konselor bagi teman dipergaulannya.

Untuk mengatasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di kalangan remaja, menurut dia, perlu pengawasan, kontrol dan memperbanyak kegiatan positif yang sesuai dengan keinginan dan bakat para remaja sehingga tidak banyak waktu luang bagi yang dapat menyeret mereka ke hal-hal negatif.

Ia menambahkan, sosialisai memegang peran penting dalam pencegahan narkoba untuk itu pihaknya akan terus menggalakkan sosialisasi dengan menyebar selebaran berupa poster, pamflet dan brosur yang berisi bahaya penyalahgunaan narkoba sampai ke pelosok.

"Kami berharap minimnya anggaran tidak menjadi kendala dalam melakukan pencegahan dengan memberdayakan seluruh eleman masyarakat dalam upayak mewujudkan masyarakat Bangka Barat mandiri dan sejahtera tanpa narkoba," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News