Tim Gugus covid 19 Bangka Barat layani mahasiswa pulang kampung

Muntok - Sebanyak 93 orang penumpang kapal Fery dan kapal cepat asal Kabupaten Bangka Barat termasuk diantaranya 50 mahasiswa  tiba di pelabuhan Tanjung Kalian Muntok pada hari ini Minggu (19/04/20).

Pada kesempatan ini Gubenur Kepulauan Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Roesman, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Anang Syarif Hidayat beserta jajaran mengunjungi dan memantau keluar masuk penumpang di Pelabuhan Tanjung Kalian didampingi oleh Bupati Bangka Barat, Markus, S.H beserta unsur forkopimda dan jajarannya.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Gubenur Kepulauan Bangka Belitung mengajak agar semua pihak bersama membantu mengawasi, baik mereka yang datang maupun keluar.

"ODP juga jangan merasa diawasi tapi mereka harus mengawasi dirinya sendiri dengan kedisiplinan dirinya. Dia selamat begitu juga orang lain, kita sehat orang lain juga sehat," katanya.

Erzaldi juga mengatakan kebijakan ini berlaku bagi penduduk yang tinggal di Babel, dimana mereka berasal dari Sumsel yang mayoritas adalah para pekerja terdampak Corona sehingga tidak lagi memiliki pekerjaan di Babel dan ingin segera pulang ke kampung halaman mereka. Selain itu kesempatan ini diberikan  kepada mahasiswa asal Bangka Belitung untuk pulang kampung, sesuai permohonan ISBA Bangka Belitung.

"Oleh karena itu, pihak pelabuhan beserta jajarannya membuka dan mempersiapkan  kepulangan mereka dan ternyata yang keluar dari Bangka Belitung ini lebih banyak dari pada yang masuk ke Bangka," ujarnya.

"Kebijakan tersebut dilakukan hanya untuk hari Minggu saja dan diikuti dengan perlakuan pelayanan ketat dari tim gugus covid 19 masing masing kabupaten di pelabuhan penyeberangan Tanjung Kalian," tutupnya.

Bupati Markus juga menambahkan bagi penumpang yang datang dari luar mau ke Babel agar melapor pada pihak - pihak terkait, baik di dinas kesehatan, Kelurahan, RT/RW, dan Kepala Desa setempat. Tim gugus tugas Bangka barat juga menyediakan bus untuk mengantar mahasiswa yang tidak membawa kendaraan dan tidak dijemput keluarganya.

Khusus untuk kabupaten Bangka barat, dilakukan dengan SOP yang jelas. Mahasiswa dan warga Bangka Barat lainnya begitu turun dari kapal langsung dilakukan pengecekan suhu tubuh, kemudian dilakukan rapid test. Bila ternyata rapid test nya positif maka warga tersebut akan dikarantina selama 14 hari di gedung Diklat kabupaten Bangka Barat sebagai wisma ODP yang ditetapkan. Namun apabila negatif maka akan dipersilahkan pulang agar dapat dilakukan karantina mandiri oleh keluarganya, dan akan dipantau oleh tim gugus dengan dikenakan gelang  khusus yang dapat memberikan sinyal GPS.

"Dengan perlakuan yang sangat ketat tersebut maka diharapkan masyarakat tidak perlu panik atas kedatangan warga Bangka barat tersebut. Dan sampai saat ini hasil rapid test  keseluruhan penumpang yang ke Bangka Belitung semuanya negative," jelasnya lagi.

Sekretaris gugus tugas, Sidharta Gautama, yang juga menjabat sebagai Kasat Pol PP dan PB Bangka Barat mengatakan dari pantauan yang diterima oleh pihaknya Pelabuhan Tanjung Kalian merupakan pintu gerbang titik rawan Kepulauan Provinsi Babel, khususnya Kabupaten Bangka Barat.

Dia juga berterima kasih kepada unsur- unsur yang  ikut membantu di pelabuhan ini seperti yayasan Simpul Kepulauan Provinsi Bangka Belitung. Dirinya memaklumi adanya penumpang yang membludak karena ini yang pertama kalinya dan pihaknya tidak menyangka akan sebanyak ini.

" Kedepannya akan diadakan sistem per gelombang yang mana penumpang tersebut ditempatkan terlebih dahulu di rumah singgah dan akan kita atur sesuai kondisi yang ada di lapangan agar tidak terlalu menumpuk dan dijaga jaraknya," intinya semua kondisi yang ada dan terjadi pada hari ini tentu akan kita evaluasi dan perbaikan kembali bersama sama dengan Provinsi Bangka Belitung dan kabupaten lainnya yang ada di pulau Bangka”, pungkas Sidarta.

Sumber: 
Satgas Covid-19 Bangka Barat
Penulis: 
dedra | yogie
Fotografer: 
yogie
Editor: 
wahyu pratiwi