TOKOH MASYARAKAT: PELEBARAN JALAN MUNTOK TINGKATKAN EKONOMI

         Muntok, Bangka Barat, 13/5 (ANTARA) - Tokoh masyarakat Muntok Provinsi Bangka Belitung Chairul Amri Rani mengimbau warga kota tersebut untuk merelakan sebagian lahannya dibeli pemerintah kabupaten untuk pelebaran jalan karena hal itu akan berdampak pada peningkatan perekonomian.

         "Rencana pembangunan jalan tersebut akan membawa dampak positif pada perkembangan perekonomian dan pariwisata sekaligus memiliki nilai ibadah karena untuk kepentingan umum, sama seperti kita menyumbang dana pembangunan tempat ibadah," ujar Chairul Amri yang juga Ketua Muntok Heritage Community (MHC) atau komunitas peduli sejarah Kota Muntok, Minggu.

         Ia meminta warga menyadari pentingnya pembangunan jalan tersebut demi kemajuan bersama dalam berbagai sektor seperti ekonomi, tata kota, pariwisata, perhubungan dan lainnya karena saat ini jalan yang ada di pusat Kota Muntok sudah terlalu sempit dan perlu ditingkatkan.

         Hal ini disampaikan Amri menaggapi masih alotnya tawar-menawar kesepakatan harga ganti rugi lahan terkait rencana pelebaran jalan di Kota Muntok sepanjang 6 kilometer yang dimulai simpang Pemda sampai simpang Masjid Baitul Hikmah, karena ada sebagian warga yang penawarannya terlalu tinggi, bahkan ada yang menawarkan di luar nalar dengan harga Rp50 juta per meter persegi.

         "Kami yakin setelah pembangunan jalan selesai, akan terjadi perkembangan signifikan dalam berbagai hal terkait rencana beroperasinya Pelabuhan Tanjung Apiapi, Sumatera Selatan," ujarnya.

         Menurut dia, rencana beroperasinya Pelabuhan Tanjung Apiapi harus segera disikapi oleh pemkab dengan menyiapkan berbagai infrastruktur sesuai standar karena diprediksi akan terjadi peningkatan arus lalu lintas barang dan manusia di jalur Pulau Bangka-Sumatera.

         Selain membawa dampak positif bagi sektor perdagangan, jasa dan perhubungan, menurut dia peningkatan juga akan terjadi di sektor pariwisata karena jarak antara Pulau Sumatera dengan Bangka dapat ditempuh sekitar satu jam.

         Menurut dia, saat ini Palembang merupakan salah satu kota besar di Pulau Sumatera selain Medan.

         Masyarakat Palembang butuh alternatif objek wisata yang dapat dikunjungi dalam waktu singkat pada akhir pekan dan Bangka Barat, khususnya Kota Muntok diharapkan mampu menangkap peluang tersebut.

         "Jika Pelabuhan Tanjung Apiapi sudah beroperasi, hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam perjalanan jalur Muntok-Tanjung Apiapi. Ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan jumlah wisatawan datang ke Pulau Bangka," ujarnya.

         Dengan peluang tersebut, kata dia, sektor pariwisata diharapkan mampu menggeliat dengan memberdayakan potensi yang ada dan membuka peluang sektor ekonomi lain seperti kuliner, cindera mata, penginapan, jasa transportasi, tempat hiburan dan berbagai atraksi.

         "Dengan berbagai keuntungan dan dalam upaya mengejar ketertingggalan dari kota lain, kami berharap warga yang terkena dampak pelebaran jalan untuk merelakan lahan dan menawarkan harga wajar untuk proses ganti rugi sehingga rencana pembangunan jalan dapat segera dilaksanakan," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News