TRANSAKSI E-PROC 2012 DITARGETKAN RP200 TRILIUN

         Jakarta, 30/4 (ANTARA) - Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Agus Rahardjo mengatakan pada 2012 pihaknya menargetkan transaksi pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui Layanan Pengadaaan Secara Elektronik (LPSE) atau E-Procurement (E-Proc) sebesar Rp200 triliun.

        "Mudah-mudahan tahun 2012 ini transaksi e-proc bisa mencapai Rp200 triliun," kata Agus dalam peluncuran Whistleblower System Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Jakarta, Senin.

        Menurut Agus, jumlah sebesar itu kemungkinan bisa tercapai mengingat pada tahun ini wajib dilaksanakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui E-Proc. Kewajiban untuk melakukan pengadaan secara elektronik ini, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

        Dalam pasal 131, Kementerian/Lembaga/Daerah/Institusi (K/L/D/I) wajib melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik untuk sebagian/seluruh paket-paket pekerjaan pada Tahun Anggaran 2012.

        Ditambahkannya, pengadaan secara elektronik pada dasarnya memiliki tujuan untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. Akibatnya, berbagai macam bentuk kejahatan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah dapat dicegah.

        Menurutnya, E-Procurement ini seperti mempersiapkan sebuah pasar, dan karena sifatnya elektronik sehingga pasar tersebut bisa diawasi oleh banyak orang.

        "E-Procurement memungkinkan prinsip-prinsip lelang yaitu efisien, efektif, transparan, bersaing , tidak diskriminatif, terbuka dan akuntabel bisa terlaksana," katanya.

        Ia menjelaskan, pada 2011 nilai pagu lelang melalui E-Proc mencapai Rp53,29 triliun dengan nilai kontrak yang telah diselesaikan Rp38,16 triliun. Di tahun yang sama, lelang melalui E-Proc tercatat 24.275 lelang yang diselenggarakan oleh 22.056 panitia lelang, dengan jumlah lelang yang telah diselesaikan 24.076.

        Sampai dengan 30 April 2012, ungkap Agus, jumlah lelang yang dilaksanakan melalui E-Proc mencapai 13.554 lelang yang diselenggarakan oleh 21.053 panitia lelang. Lelang yang telah diselesaikan adalah 5.679.

        Sedangakan nilai pagu transaksi lelang melalui E-Proc per tanggal yang sama mencapai Rp29,52 triliun dan nilai lelang yang sudah selesai kontrak adalah Rp11,50 triliun.