WAKIL BUPATI: TRANSMIGRASI CIPTAKAN KETAHANAN PANGAN

Muntok, Bangka Barat, 29/2 (ANTARA) - Wakil Bupati Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, H Sukirman mengungkapkan transmigrasi yang akan dilaksanakan di daerah itu diharapkan mampu memotivasi warga setempat menciptakan ketahanan pangan lokal.

"Ada rencana dari Pemerintah Pusat untuk mendatangkan transmigran dari daerah lain, kami berharap mereka dapat menularkan pengetahuan bercocok tanam ke warga sekitar produksi pangan daerah meningkat," ujarnya di Muntok, Rabu.

Ia menjelaskan, untuk mendatangkan transmigran luar daerah pihaknya harus melakukan survei ke lokasi asal para calon transmigran tersebut untuk mengetahui apakah mereka memenuhi kriteria seperti yang diinginkan daerah.

"Kami tidak mau jika mereka tidak memiliki kompetensi di bidang pertanian dan ujung-ujungnya akan membebani kami," ujarnya.

Menurut dia, saat ini program transmigrasi masih dalam tahap pembahasan mengenai waktu pelaksanaannya karena kebutuhan tersebut belum begitu mendesak.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangka Barat, pada 2012 Pemkab sedang menyiapkan lahan transmigrasi seluas 500 hektare di Kecamatan Jebus yang memasuki tahap 'clean and clear'.

Lahan tersebut disiapkan untuk menampung sekitar 200 kepala keluarga (KK), yang rencananya terdiri dari 50 sampai 70 KK dari Jawa Tengah dan Jawa Timur dan sisanya transmigran lokal dengan pola transmigrasi umum.

Pola transmigrasi ini diharapkan mampu meningkatkan produksi di bidang pertanian padi sawah dan perkebunan kelapa sawit karena banyak lahan tidak produktif di daerah itu dan diharapkan adanya transmigrasi ini dapat memacu produksi tanaman pangan lain selain padi dan sawit.

Sukirman menambahkan, untuk mengantisipasi kegagalan program, Pemkab berupaya melakukan persiapan lebih matang dan tepat sasaran dengan mengedepankan aspek 4L atau layak program, layak bangun, layak huni dan layak kembang.

"Dengan mempertimbangkan empat aspek tersebut, kami yakin ke depan para transmigran ini dapat berkembang sesuai bidang masing-masing dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar lokasi," ujarnya.

Ia berharap, datangnya transmigran dari luar provinsi tersebut dapat membawa perubahan pola hidup masyarakat setempat dalam mengembangkan sektor pertanian dan mengembangkan potensi yang dimiliki daerah tempat tinggal sekaligus mewujudkan terbentuknya desa mandiri.

"Persiapan program transmigrasi tengah kami lakukan dengan harapan adanya kegiatan itu akan terbentuk sentra-sentra perekonomian baru dalam upaya mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera," ujarnya.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News