WALI KOTA: JANGAN LEBIH-LEBIHKAN RADIASI TIMAH

         Pangkalpinang, 11/5 (ANTARA) - Wali Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zulkarnain Karim mengimbau media massa  tidak melebih-lebihkan isu radiasi yang diduga berkadar tinggi di daerah Pangkalpinang akibat paparan dari aktivitas pengolahan bijih timah.

        "Jangan dilebih-lebihkan. Kalau bicara soal radiasi, bukan hanya dari timah saja, tapi telepon genggam dan Matahari juga punya efek radiasi, mungkin radiasi ada tapi kita lihat dulu, diteliti berapa kadarnya," kata Wali Kota di Pangkalpinang, Jumat.

        Sebelumnya, tiga aktivis dan peneliti dari Jepang masing-masing Toyama Katsuhiro, Suwa Masaru dan Ino, menemukan fakta bahwa kadar radiasi di sebagian wilayah Pulau Bangka yakni Muntok dan Pangkalpinang di atas normal.

        Mereka menduga paparan radiasi di dua wilayah tersebut berasal dari aktivitas pengolahan bijih timah yang banyak terdapat di Kota Muntok dan Pangkalpinang.

        Menanggapi hasil temuan tersebut Wali Kota Pangkalpinang mengaku belum dapat memberi rekomendasi apa pun terhadap instansi terkait.

        "Saya sebenarnya tidak paham soal radiasi tersebut, tapi 'kan sudah ada pihak yang lebih paham mengenai ini misalnya Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), kita serahkan saja semua pada yang lebih tahu," kata dia.

        Meski begitu, Wali Kota mengimbau agar semua aktivitas penambangan di Pangkalpinang dilakukan sesuai prosedur, dengan memiliki izin usaha pertambangan (IUP).

        "Pengusaha tambang harus memiliki IUP dan lulus uji analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Kalau sudah sesuai prosedur, saya rasa tidak ada masalah," kata dia.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News