WALI KOTA KENAL DEKAT DENGAN KORBAN SUKHOI

         Pangkalpinang, 11/5 (ANTARA) - Wali Kota Pangkalpinang, Zulkarnain Karim mengaku kenal dekat dengan salah satu korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang reruntuhan pesawatnya ditemukan di sekitar Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

        "Salah satu korban Sukhoi Superjet 100 adalah Chaedar Bachsin, saya biasa panggil Dede," kata Wali Kota di Pangkalpinang, Jumat.

        Walikota mengatakan mengenal Chaedar Bachsin sebagai sosok pekerja yang tekun.

        "Beliau adalah pekerja yang tekun, kalau tidak salah Beliau bekerja di bidang jasa travelling juga," kata wali kota.

        Chaedar Bachsin adalah salah satu dari ke-45 korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100.

        Menurut beberapa media lokal, Chaedar Bachsin adalah salah satu staf marketing sekaligus konsultan di perusahaan pemasaran Sukhoi di Indonesia, PT Catur Daya Prima.

        "Dede adalah putra sahabat saya; Almarhum Abdul Khadir Bachsin, saya biasa menyapa dia Ami atau Oom," kata Walikota.

        Menurut Walikota, Chaedar Bachsin yang merupakan warga Muntok, Kabupaten Bangka Barat tersebut adalah putra kelima dari enam bersaudara pemuka agama sekaligus ketua Muhammadiyah.

        "Almarhum Abdul Khadir Bachsin dulu adalah ketua Muhammadiyah sementara saya adalah wakilnya, jadi kami cukup dekat," kata Walikota.

        Walikota mendoakan agar pencarian berjalan dengan lancar dan korban segera dapat ditemukan.

        "Saya berdoa agar pencarian berjalan dengan lancar dan korban segera dapat ditemukan dan keluarga yang ada di rumah agar diberi kekuatan oleh Tuhan," kata Walikota penuh haru.

        Puing pesawat Sukhoi ditemukan di tebing Gunung Salak dengan ketinggian 5800 kaki dari atas permukaan laut.

        Pesawat diindikasikan ditemukan oleh tim Search and Rescue (SAR) atau Tim pencarian dan penyelamat saat melakukan pencarian dengan menggunakan helikopter Super Puma di daerah tebing Gunung Salak.

        Ditemukan serpihan pesawat dan terlihat logo Sukhoi. Pesawat diduga menabrak tebing di ketinggian 5.800 kaki.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News