WAPRES JENGUK MENKES DI RSCM

Jakarta, 26/4 (ANTARA) - Wakil Presiden Boediono menjenguk Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang sejak beberapa hari dirawat di RSCM Jakarta karena penyakit kanker paru.

"Mari kita semua berdoa untuk kesembuhan beliau, " kata Wapres kepada pers usai menjenguk di RSCM Jakarta, Kamis.

Wapres saat menjenguk didampingi oleh Ibu Herawati Boediono.

Menurut Wapres, dirinya mengajak semua pihak untuk bersama-sama berdoa agar Menteri Endang diberikan kesehatan dan dapat menjalankan tugasnya seperti sediakala.

Wapres menjenguk Menkes sekitar 15 menit dan sebelumnya juga dijenguk oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari serta Menteri Pariwsata dan Industri Kreatif Mari Pangestu.

Sebelum dua menteri tersebut dan Wapres Boediono, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga telah menjenguk Menteri Kesehatan Endang.

Presiden mengungkapkan bahwa Menkes tlah menyatakan keinginannya untuk mundur dari jabatan Menteri Kesehatan tersebut .

Sementara itu, Dirut RSCM Akmal Taher mengatakan, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang sedang dirawat berada dalam kondisi sadar sepenuhnya dan bisa berkomunikasi dengan baik.

"Ibu Menkes masih dirawat, dalam kondisi sadar, kami masih lakukan beberapa pemeriksaan," kata Akmal dalam jumpa pers yang digelar di RSCM, Jakarta, Kamis.

Menkes yang telah dirawat selama hampir tiga minggu sedang menjalani perawatan rehabilitasi medik dan fisioterapi serta menggunakan alat bantu untuk asupan makanan dan minuman.

"Kondisinya belum ada perbaikan berarti dari minggu lalu, tapi bukan berarti buruk. Beliau bisa kontak, sadar penuh, dan berkomunikasi dengan baik," papar Akmal.

Pada minggu pertama dirawat, Menkes juga sempat pulang istirahat di rumah sebelum kembali dirawat di RSCM.

Tim dokter yang merawat Menkes berasal dari RSCM, RS Dharmais, dan RSPAD yang antara lain terdiri atas spesialis penyakit dalam, spesialis radioterapi dan rehabilitasi medik.

Tim dokter yang beranggotan 5-6 orang itu, kata Akmal, melakukan pengamatan intensif terhadap kondisi Menkes, namun demi kerahasiaan medik, ia tidak dapat mengungkapkan sejauh mana tingkat penyakit yang diderita Menkes.

Akmal juga mengatakan tim dokter telah melakukan koordinasi dengan dokter yang ditemui Menkes selama masa perawatannya di China beberapa waktu lalu namun Menkes tidak berencana untuk melakukan perawatan di luar negeri saat ini.

Ia juga menyangkal kabar bahwa Menkes sempat mengalami kritis selama perawatan di RSCM.

"Kalau kami menyebut kondisi kritis itu berarti tekanan darah turun, kondisinya memburuk, itu tidak ada," katanya.

Menkes dideteksi mengidap kanker paru sejak Oktober 2010 dan telah menjalani pengobatan baik di dalam negeri dan luar negeri selama kurang lebih satu setengah tahun.

Pengobatan yang selama ini telah dijalani oleh Menkes antara lain radiasi lokal dan bedah beku, tujuannya untuk mengobati kanker secara lokal serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News