WARGA BANGKA BARAT NIKMATI MANFAAT JAMINAN KESEHATAN

Muntok, Bangka Barat, 12/5 (ANTARA) - Warga Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, sejak diluncurknnya berbagai program jaminan kesehatan oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah merasa terbantu dan menikmati langsung layanan kesehatan tersebut.

Murahnya biaya berobat dirasakan langsung Dwi Anggoro warga Muntok saat istrinya melahirkan anak pertama di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.

"Kami sempat kaget dan tidak percaya dengan yang diucapkan kasir karena biaya persalinan istri saya hanya Rp50 ribu, kata petugas Puskesmas semua biaya berobat sudah ditanggung Pemerintah dan kami hanya dikenakan biaya administrasi saja," ujarnya di Muntok, Sabtu.

Bapak muda bertubuh sumbur tersebut sebelumnya sempat khawatir ketika hendak membawa istrinya ke Puskesmas karena diperkirakan akan mengeluarkan biaya besar untuk persalinan tersebut.

Murahnya biaya yang harus dibayarkan membuat dirinya terbantu dan sesampai di rumah, Dwi dapat memanfaatkan tabungannya untuk melangsungkan syukuran sederhana dengan mengundang tetangga di sekitar rumah tinggalnya.

Hal yang sama dirasakan Fatma, ibu muda saat mengunjungi RSUD Sejiran Setason untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke dokter, anaknya yang baru berumur kurang dari satu tahun tersebut harus mendapatkan perawatan inhalasi karena mengalami kesulitan pernafasan.

Ia mengatakan, dalam kunjungan ke dokter tersebut pihaknya tidak perlu mengeluarkan biaya pelayanan ke sehatan karena semua sudah ditanggung Pemkab mlalui program Jamkesra.

"Kami sebagai warga Bangka Barat sangat terbantu dengan program pelayanan kesehatan tersebut dan tidak perlu lagi memikirkan biaya kesehatan karena sudah ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab dan sangat praktis karena kita cukup menunjukkan KTP Bangka Barat, sudah boleh pulang," ujarnya.
Berbagai jaminan kesehatan yang diluncurkan seperti Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Persalinan (Jampersal) dan Jaminan Kesehatan Rakyat (Jamkesra) merupakan langkah nyata dari dalam menyediakan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat, terutama warga miskin sungguh brilian dan mendapatkan apresiasi positif dari berbagai kalangan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Medik pada Dinas Kesehatan Bangka Barat dr Rudi Faizul mengatakan seharusnya tidak ada penarikan biaya administrasi dalam pelayanan kesehatan karena semuanya sudah ditanggung oleh Pemerintah.

"Biaya persalinan untuk warga miskin sudah tercover dengan program Jampersal, sementara untuk pelayanan kesehatan lain sudah ada Jamkesmas, dua program tersebut diterbitkan Pemerintah Pusat untuk sekitar 6.500 warga miskin di Bangka Barat," ujarnya.

Ia menambahkan, bagi warga yang tidak terjaring dua program jaminan kesehatan tersebut, Pemkab Bangka Barat pada tahun lalu telah menerbitkan program Jaminan Kesehatan Rakyat (Jamkesra) yang berlaku untuk seluruh warga Bangka Barat yang memiliki KTP atau terdaftar dalam Kartu Keluarga Kabupaten tersebut.

"Pada kenyataannya banyak warga yang beralih ke Jamkesra karena proses lebih praktis dan pelayanannya sama yaitu pelayanan kelas III, cukup menunjukkan KTP atau KK Bangka Barat," ujarnya.

Ia mengharapkan, setelah program Jamkesara berakhir dan diterbitkan BPJS pada 2014, pelaksanaannya melibatkan personil di daerah agar dapat berjalan sukses karena petugas daerah lebih tahu keadaan di lapangan seperti apa dan diharapkan program tersebut dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat seperti Jamkesra.

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News

Berita

19/12/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
23/11/2018 | babel.antaranews.com
04/09/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
14/08/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
13/08/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
07/08/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
03/08/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
15/07/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
14/07/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol
14/07/2018 | Bagian Komunikasi, Humas, dan Protokol