WARGA MINTA PEMKAB BANGKA BARAT PERBAIKI JEMBATAN

Kelapa, Bangka Barat 6/3 (ANTARA) - Warga Dendang, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, meminta Pemerintah Kabupaten setempat segera membangun jembatan di desa tersebut karena sudah rusak parah.
 
Seorang warga Dendang, Henky Firmansyah, Selasa menuturkan, jembatan di jalan raya Desa Dendang, Kecamatan Kelapa yang menghubungkan antara Dusun Belit dengan Dusun Ganjan, sudah lama terputus akibat meluapnya air rawa di sekitar lokasi jembatan.
 
"Jembatan hingga saat ini belum diperbaiki Pemkab setempat padahal fungsinya sangat penting untuk menghubungkan kedua dusun," ujar Henky. Ia menjelaskan, kondisi kerusakan ruas jalan tersebut cukup parah, terutama terjadi di tiga tempat, yaitu dua lokasi gorong-gorong dan satu badan jalan longsor akibat banjir. Menurut dia, saat ini di lantai jembatan rusak tersebut telah dipasang alas darurat dari papan kayu, namun hanya mampu untuk dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki saja. Hengky menambahkan, untuk kendaraan roda empat yang akan melintas tidak bisa melalui jembatan tersebut dan terpaksa melintas di samping jembatan darurat yang berupa jalan berlumpur dan tergenang air.
 
"Warga sudah sering melakukan gotong royong memperbaiki jembatan tersebut, namun jika air rawa meningkat volumenya, pasti rusak dan menghambat para pemakai jalan di ke-dua dusun tersebut," ujarnya.
 
Ia mengatakan, ada jalur alternatif selain jalan tersebut namun jaraknya terlalu jauh karena harus memutar dengan jarak tempuh sekitar delapan kilometer. "Kami berharap Pemkab segera memperbaiki jembatan tersebut karena jembatan itu memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan masyarakat," ujarnya. Sementara itu, Legislator Kabupaten Bangka Barat, Markus meminta Pemkab untuk segera menganggarkan pembangunan jalan dan jembatan tersebut melalui Anggaran Perubahan APBDP 2012. "Kami menerima laporan dari warga setempat dan langsung meninjau lokasi jembatan dan jalan yang longsor," ujarnya.
 
Ia mengatakan, kebutuhan pembangunan jembatan tersebut mendesak, karena setiap kali air meluap, jembatan pasti rusak sehingga sangat mengganggu kegiatan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pertanian, perkebunan dan sekolah.
    
 

 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News