WARGA MUNTOK KELUHKAN HARGA GAS MELONJAK

, Bangka Barat, 27/2 (ANTARA) - Warga Muntok, Provinsi Bangka Belitung, mengeluhkan harga gas elpiji yang melonjak dari biasanya Rp110.000 kini naik menjadi Rp125.000 per tabung 12 kilogram.  "Hampir seminggu ini gas di tingkat pedagang dijual dengan harga sekitar Rp120.000 sampai Rp125.000 per tabung, mungkin terjadi kelangkaan stok di tingkat distributor," ujar Handayani (45) seorang ibu rumah tangga di Muntok, Senin.
 
Ia mengatakan, setiap satu bulan sekali membeli gas elpigi tabung besar untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga yang beranggotakan empat orang, naiknya harga gas tersebut tentu menberatkan seiring masih tingginya kebutuhan pokok lainnya.
 
Sementara itu, untuk kebutuhan pokok lainnya seperti beras, bumbu dapur, sayuran dan lainnya belum mengalami perubahan yang berarti seperti yang diungkapkan Aris (29) pedagang sayuran keliling setempat.
Ia mengatakan, kacang panjang Rp8.000 per kilogram, bayam Rp7.000 per kilogram, sawi Rp8.000 per kilogram, kangkung Rp7.000 per kilogram, kol Rp8.000 per kilogram dan wortel Rp12.000 per kilogram.
"Pasokan sayuran masih terjamin baik lokal maupun dari luar daerah sehingga harga stabil," ujarnya.
 
Cuaca tergolong bagus untuk pelayaran, meskipun beberapa hari daerah itu diguyur hujan terus menerus, namuntiidak mempengaruhi pasokan sayuran dari Palembang yang biasa diangkut kapal ferri.
Hal senada juga diungkapkan Jimmi (32) pedagang bumbu dapur dan kacang-kacangan, ia mengatakan untuk harga bumbu dapur masih relatif stabil dari awal Januari 2012 sampai saat ini.
"Harga cabe rawit merah bertahan Rp35.000 per kilogram, rawit hijau Rp30.000 per kilogram, cabe besar merah Rp40.000 per kilogram, cabe besar hijau Rp35.000 per kilogram, bawang putih Rp12.000 per kilogram, bawang merah Rp14.000 per kilogram," ujarnya.
 
untuk kacang tanah dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram, kacang hijau Rp18.000 per kilogram, ketela pohon Rp2.000 per kilogram dan ubi jalar Rp5.000 per kilogram.
Jimmi menambahkan, untuk harga beras masih di kisaran harga Rp10.000 per kilogram, minyak goreng sania Rp12.000 per liter, tepung terigu Rp8.000 per kilogram, terasi kualitas sedang Rp35.000 per kilogram, terasi toboali Rp65.000 per kilogram, gula pasir Rp11.000 per kilogram dan bihun Rp15.000 per kilogram.
 
"Selama ini pasokan kebutuhan masih tergantungpasokan dari luar daerah, sehingga harganya sedikit lebih mahal dibandingkan daerah lain seperti Pulau Jawa dan Sumatera," ujarnya.
Ia menambahkan, animo masyarakat masih tergolong rendah untuk mengembangkan sektor pertanian, perkebunan dan industri kecil sehingga kebutuhan masih karena pemasok memperhitungkan biaya transportasi.
"Mungkin jika animo masyarakat Bangka Barat bertani dan berkebun meningkat, dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen daerah, harga akan sedikit turun dibandingkan saat ini," ujarnya.
Ia mengatakan, untuk saat ini harga sembako tersebut masih relatif stabil seiring lancarnya pasokan sembako dari daerah lain dan kebutuhan masyarakat juga tidak mengalami peningkatan, namun hal tersebut dapat sewaktu-waktu berubah jika psokan dari luar tersendat.

 

Sumber: 
Antara News
Penulis: 
Antara News