Wednesday, February 8, 2012 - 09:00

DISTANAK REVITALISASI BEKAS TAMBANG TANAM PAKAN TERNAK

Muntok, Bangka Barat, 7/2 (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, berupaya merevitalisasi kolong bekas tambang bijih timah di daerah itu dengan menanami berbagai tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

"Banyaknya kolong bekas tambang yang terbengkalai menggugah kami untuk melakukan perbaikan lingkungan dengan menanam berbagai jenis pohon produktif untuk meningkatkan sektor peternakan," ujar Kepala Bidang Peternakan pada Distannak Bangka Barat, Gunawan, di Muntok, Selasa.

Ia menjelaskan, upaya tersebut akan dilakukan segera dengan mengolah satu lokasi bekas tambang menjadi proyek percontohan agar warga mendapatkan gambaran tehnik dan manajeman pengelolaan usaha tersebut.

Kondisi lingkungan di Bangka Barat saat ini banyak yang rusak karena bekas tambang bijih timah masyarakat dan perusahaan tidak dikelola dengan menimbun kembali kolong bekas lahan tambang yang sudah tidak mengandung bijih timah.

Kesalahan tersebut, katanya, berdampak pada banyaknya kolong atau lobang menganga bekas tambang yang ditinggalkan begitu saja oleh para penambang dan tidak ditimbun atau dimanfaatkan untuk sektor lain.

"Kami memiliki rencana menanami kolong-kolong tersebut dengan tanaman pakan ternak seperti rumput gajah, lamtoro, jagung, ubi dan lainnya untuk mendukung ketersediaan pakan ternak," ujarnya.

Dengan ketersediaan kebutuhan pakan ternak yang cukup, katanya, diharapkan banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan ternak sapi, kambing, kerbau dan ayam di daerah itu untuk mewujudkan swasembada daging pada 2015.

"Pengembangan ternak dengan model penggembalaan menjadi alternatif terbaik untuk meminimalkan modal usaha, karena selain ternak memakan tanaman yang ada, kotorannya juga bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah sekitarnya," ujarnya.

Menurut dia, permasalahan utama dalam pengembangan ternak di daerah itu karena kurangnya pasokan dan tingginya harga pakan ternak sehingga banyak peternak gulung tikar karena kurang modal, selain kurangnya penguasaan pengetahuan pengelolaan peternakan.

"Masyarakat sebaiknya mendapatkan bimbingan dan pendampingan untuk mengembangkan peternakan karena potensi daerah untuk sektor tersebut masih terbuka baik lokasi maupun pangsa pasarnya," ujarnya.

Ia mengatakan, selama ini kebutuhan daging di daerah itu 90 persen masih mengandalkan pasokan dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa dan Sumatera sehingga harga daging melambung tinggi karena biaya transportasinya juga tinggi.

Pada 2010 kebutuhan daging untuk konsumsi masyarakat Bangka Barat yang berjumlah sekitar `139.000 orang yang tersebar di enam kecamatan, untuk daging sapi mencapai 1.838.655 kilogram, daging kerbau dan kambing mencapai 117.500 kilogram dan ayam mencapai 300.000 kilogram.

Jumlah kebutuhan daging tersebut mengalami peningkatan pada 2011, yaitu sapi 1.850.000 kilogram, daging kerbau, kambing dan domba 127.550 kilogram dan ayam 305.000 kilogram.

"Untuk kebutuhan telur ayam berkisar 155.000 kilogram per tahun," ujarnya.

Menurut dia, meningkatnya animo masyarakat mengembangkan peternakan perlu mendapat perhatian dan dorongan pemerintah seperti peningkatan penyuluhan, kemudahan pengajuan kredit modal usaha, penyediaan bibit ternak berkualitas, penyediaan lahan dan lainnya.

"Perlahan-lahan masyarakat sadar bahwa ternak merupakan salah satu sektor yang dapat meningkatkan kesejahteraan, dengan potensi daerah dan kegigihan peternak kami yakin taget mewujudkan swasembada daging pada 2015 akan tercapai," ujarnya.

Pengirim: 
Antara News
Sumber: 
Antara News
News
10/11/2014 | DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH
HARGA SEMBAKO DI KABUPATEN BANGKABARAT
10/11/2014 | Humas dan Protokol Bangka Barat
SISWA SD BABAR JUARA II LOMBA BERCERITA TINGKAT NASIONAL
03/11/2014 | Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bangka Barat
DESA SINAR SARI BERHASIL MERAIH PERINGKAT PERTAMA LOMBA PHBS TINGKAT PROVINSI
30/10/2014 | Faskab PNPM MPd. Bangka Barat
Perguliran Dana SPP Babar Mencapai Rp 8.442.805.295