Wednesday, May 16, 2012 - 19:56

MENKOKESRA: PERLU TEROBOSAN UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN

         Jakarta, 16/5 (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan bahwa berbagai terobosan diperlukan untuk menanggulangi kemiskinan, meskipun program yang dijalankan pemerintah tetap menjadi prioritas.

        "Pemerintah mempunyai target pada 2012 angka kemiskinan berkisar 10-11,5 persen, sehingga jika sesuai proyeksi penurunan satu persen per tahun,  pada 2014 bisa ditekan hingga 8,5 persen," kata Menko Kesra di Jakarta, Rabu.

        Salah satu upaya percepatan yang dilakukan, kata Agung, adalah penyusunan dokumen Master Plan Percepatan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI).

        "Percepatan penanggulangan kemiskinan diharapkan tercapai dengan menjalankan berbagai strategi seperti peningkatan kesejahteraan Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan penjaringan RTSM yang mampu untuk diikutkan dalam PNPM Mandiri," kata Agung.

        Selain itu, kata Agung, melalui Perpres Nomor 15 tahun 2010 juga telah dibentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang diketuai oleh Wapres Boediono.

        "TNP2K memiliki tugas menyusun kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan; melakukan sinergi melalui sinkronisasi, harmonisasi, dan integrasi program-program penanggulangan kemiskinan di kementerian/lembaga," katanya.

        Agung menambahkan, TNP2K juga menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan sebelumnya.

        Menurut Agung, jika koordinasi pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan ini dapat ditingkatkan, pelaksanaan penanggulangan kemiskinan akan efisien dan efektif sehingga memberikan peluang yang lebih besar bagi penduduk miskin memperoleh hak dasarnya.

        "Kami terus menyambut gagasan dan ide dari berbagai pihak, termasuk dari Lemhanas yang kali ini memfasilitasi melalui seminar ini. Secara makronya memang semua bertujuan untuk menjaga ketahanan nasional," kata Menko Kesra.

        Biro Pusat Statistik mencatat angka kemiskinan di Indonesia sebesar 12,36 persen pada September 2011 atau sekitar 29,89 juta penduduk, sementara angka pengangguran pada Agustus 2011 tercatat 6,56 persen dari populasi atau sebanyak 7,7 juta orang.

        Agung menegaskan pihaknya terus berupaya mempercepat laju penururan angka kemiskinan itu melalui pembaruan data-data sehingga bantuan yang dianggarkan pemerintah dapat tepat sasaran.

       "Saat ini bisa dipastikan BPS memberikan data yang tingkat akurasinya tinggi, semuanya berdasarkan nama dan tempat tinggal, sehingga diharapkan tepat pada sasaran," katanya.

Pengirim: 
Antara News
Sumber: 
Antara News