Thursday, May 3, 2012 - 19:54

WARGA MINTA REALISASI ATASI BISING PLTD JEBUS

          Muntok, Bangka Barat, 3/5 (ANTARA) - Sejumlah warga Desa Mislak, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (3/5) siang mendatangi kantor Bupati setempat dan meminta realisasi mengatasi kebisingan yang ditimbulkan mesin diesel PLTD Jebus milik PT PLN Persero dipercepat.

         "Kami sudah tidak tahan dengan suara bising yang ditimbulkan mesin diesel pembangkit PLTD Jebus, kami minta solusi yang pernah disepakati untuk segera direalisasikan," ujar Wakil Ketua Badan Perwakilan Desa Mislak Iin di Muntok, Kamis.

         Dalam pertemuan yang digelar di Operasional Room II Pemkab Bangka Barat tersebut, hadir Sekda Bangka Barat Ramli Ngadjum, Kadinas ESDM Chairul Amri Rani, Humas PT PLN Ranting Muntok Dimas, anggota DPRD Samsir dan Inspektur Ketenagalistrikan pada Dinas ESDM Babel.

         Iin menambahkan, warga Desa Mislak hanya ingin hidup tenang tanpa ada gangguan dari suara dan asap mesin pembangkit PLTD Jebus, karena selama ini mereka sudah cukup bersabar dan menunggu realisasi kesepakatan yang pernah dijanjikan pada pertemuan sebelumnya di Kantor DPRD Bangka Barat.

         Pada pertemuan sebelumnya di depan anggota dewan, pihak PT PLN Jebus menyanggupi tiga poin yang akan dilakukan untuk mengatasi suara bising tersebut, yaitu meninggikan knalpot mesin diesel, memasang peredam di sekitar mesin dan membangun pagar keliling komplek PLN Jebus setinggi delapan meter.

         "Untuk dua poin pertama sudah dilakukan, namun kenyataannya suara bising tersebut tidak berkurang dan kami ingin poin ke tiga segera direalisasikan sebagai solusi mengatasi katidaknyamanan hidup kami," ujarnya.

         Ketidaknyamanan tersebut mengakibatkan dua kepala keluarga di sekitar lokasi mengungsi ke kebun karena sudah tidak tahan lagi mendengar suara bising mesin PLTD yang beroperasi selama 24 jam penuh setiap hari.

         "Kami menyadari listrik merupakan kebutuhan pokok bagi warga di daerah itu, namun jangan sampai warga kami menjadi korban menerima ketidaknyamanan setiap hari karena kami juga berhak hidup sehat, aman dan nyaman," ujarnya.

         Sementara itu, Kadinas ESDM Bangka Barat Chairul Amri Rani mengungkapkan tingkat kebisingan mesin diesel PLTD Jebus menimbulkan suara di atas ambang batas yang telah ditentukan.

         "Batas maksimal tingkat kebisingan dalam jarak dekat maksimal 50 desible, sementara saat kami lakukan pengukuran beberapa waktu lalu tingkat kebisingannya jauh diatas batas maksimal yaitu mencapai 65,5 desible," ujarnya.

         Ia mengatakan, pihaknya sudah pernah memberikan solusi untuk megatasi hal tersebut seperti pemasangan peredam dengan menggunakan papan yang ditempeli steorofoam, meninggikan knalpot yang sudah dilaksanakan, namun ada yang belum direalisasikan yaitu meninggikan dinding setinggi delapan meter dan penanaman pohon bambu daun kecil.

         Menurut dia, PT PLN sebaiknya segera merealisasikan langkah-langkah kesepakatan yang sudah diambil dalam pertemuan beberapa waktu lalu karena warga Desa Mislak memiliki hak untuk menikmati hidup aman, nyaman dan sehat.

Pengirim: 
Antara News
Sumber: 
Antara News