Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Menumbing 2021

Muntok_Polres Bangka Barat mengelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Menumbing 2021 dengan tema “Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Menumbing 2021,  Kita Tingkatkan Sinergi Polri Dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Perayaan Idul Fitri 1442 H” Apel ini di pimpin langsung oleh Kapolres Bangka Barat, yang dilaksanakan di halaman Mako Polres Bangka Barat, pada hari Rabu, (05/05/2021).

Tampak hadir Sekda Bangka Barat  Drs. M. Soleh M.AP, Kadin PUPR Ir. Suharli, Kadinkes drg. Ahmad Syaifudin, Kasat Pol PP Sidartha Gautama S.STP., M.S.i., PJU Polres Bangka Barat,  Kasdim 0431/Babar Mayor Arm K. Gurusinga, Danpos AL Muntok Kapten Laut (T) Y. Prabowo, Kasi Pengelolaan Barang Bukti Kejari Bangka Barat Agung Trisa Putra SH, dan Ketua Senkom Bangka Barat Aries.

Apel gelar pasukan ini sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra Kamtibmas lainnya.

Dalam sambutan Kapolri Jendral Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang dibacakan oleh Kapolres Bangka Barat AKBP. Fedriansah SIK., menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2021, jumlah personil yang terlibat sebanyak 155.005 personel gabungan terdiri atas 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Jasa Raharja, dan lain lain. Untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, bandar udara, pelabuhan, dan stasiun. Posko ini bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan dan pelayanan, namun juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, melalui:
1. Pengawasan protokol kesehatan; 
2. Mengecek dokumen yang harus dimiliki oleh penumpang, yaitu hasil negatif test Covid-19 paling lambat 1x24 jam, e-HAC, SIKM, dan sertifikat vaksinasi;
3. Melakukan rapid test antigen secara acak kepada penumpang;
4. Mencegah dan melakukan penertiban terhadap kerumunan masyarakat dengan memberikan sanksi berupa teguran lisan, sanksi fisik, maupun denda administratif;  serta 
5. Melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat.

Fedriansyah mengatakan terkait pengamanan di Kabupaten Bangka Barat, akan melaksanakan pengamanan  di 5 (lima) titik pos yang melibatkan 200 personel Polri dan 100 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Satpol PP, Dinkes Senkom dan Pramuka. Pengawasan pengamanan di Kabupaten Bangka Barat sendiri di mulai dari menjaga titik-titik rawan terhadap adanya upaya masyarakat yang nekat untuk mudik, adapun pengawasan yang dilakukan adalah di pelabuhan-pelabuhan umum serta pelabuhan tikus.

“Dalam hal ini kami dibantu oleh TNI, Kodim 0431/ Bangka Barat,  yang nantinya akan menjaga wilayah pesisir pantai yang menjadi titik-titik rawan adanya pelabuhan tikus. Kemudian juga untuk di wilayah perairan kami dibantu oleh Pos AL  bersama Polair yang ada di Polres Bangka Barat.  Terkhususnya di pelabuhan, tempat-tempat umum, tempat ibadah serta tempat pelayanan publik lainnya, seperti tempat wisata, pasar dan keramaiaan lainnya. Dan kami juga dibantu oleh Pemkab Bangka Barat dan Dinkes untuk menjaga dan mengawasi serta menghimbau untuk memperketat prokes yang sudah ada.” tuturnya.

“Kami akan terus menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan tidak melakukan mudik di lebaran tahun ini,  supaya kabupaten Bangka Barat kembali menjadi zona hijau. Tanpa keperdulian masyarakat dan kesadaran kita bersama ini sulit untuk dilakukan.” tambahnya lagi.

Ditempat yang sama Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat M. Soleh M.AP., mendukung dan akan menegaskan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Bangka Barat, terutama PNS dan PHL yang ada di lingkungan Pemkab Bangka Barat  agar tidak melakukan mudik lebaran di tahun ini. 

“Kami bersama unsur Forkopimda sudah beberapa kali mengadakan rapat terkait hal ini, dan juga telah berkoordinasi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi lebaran tahun ini, dan juga surat edaran sudah kami sebarkan ke seluruh pegawai yang ada di Pemkab Bangka Barat agar mereka jangan dulu mudik dalam rangka mengantisipasi lonjakan covid 19 yang pada saat ini sedang meningkat.” ujarnya.

“Kami juga akan memberikan sanksi yang tegas kepada PNS atau PHL di lingkungan Pemkab Bangka Barat ini bila masih nekat melakukan mudik sesuai surat edaran dari pusat. “ tegasnya

 

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Wulan
Fotografer: 
Yogie
Editor: 
Dony