Bangka Barat Jadi Kabupaten Pertama Penerapan Sekolah Penggerak, Rukiman: Insyaallah Terbentuk Generasi Cerdas dan Berkualitas

Bangka Barat merupakan salah satu dari 112 Kabupaten/Kota terpilih yang menerapkan program Sekolah Penggerak dan menjadi Pemerintah Kabupaten pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terpilih menyelenggarakan program ini.

Kepala Disdikpora Bangka Barat, Drs. Rukiman, M. Si., menyebutkan bahwa penerapan Sekolah Penggerak saat ini sudah sampai pada angkatan ketiga. Dijelaskan olehnya bahwa pada program Sekolah Penggerak, Kepala Sekolah adalah fokus yang diseleksi dan dituntut untuk mampu menggerakkan sekolahnya melakukan inovasi dan praktik baik sehingga di dalam sekolah semuanya bergerak, baik guru, tenaga kependidikan, dan lingkungannya yang mampu bergerak untuk menjadikan pembelajarannya berkualitas, menyenangkan, anak- anak bahagia, mampu memenuhi kebutuhan anak didik sesuai dengan potensi dan bakat dan minat.

“Angkatan pertama ada 1 SMA, 3 SMP, 7 SD dan 2 TK yang lulus seleksi kepala sekolah penggerak. Angkatan kedua 2 SMP, 1 SMA, 5 SD, dan 1 TK. Angkatan ketiga, 1 SMP, 4 SD, dan TK 1. Sekolah penggerak tidak harus berasal dari sekolah yang sudah hebat. Kepala Sekolah yang lulus seleksi dituntut untuk bergerak, berinovasi dan menjadi motor seluruh komponen sekolah,” ungkapnya.

Pada sekolah yang menerapkan program ini, Drs. Rukiman menyebutkan bahwa kurikulum harus memenuhi kebutuhan peserta didik sesuai potensi untuk berkembang.

“Kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum merdeka. Ciri kurikulum merdeka adalah pembelajarannya berfokus pada siswa yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, pengembangan siswa sesuai dengan potensi/ bakat yang dimiliki. Jadi merdeka itu identik dengan keceriaan dan kegembiraan. Itu ciri implementasi kurikulum merdeka. Tujuan akhirnya siswa dapat dijadikan menjadi seseorang yang berkarakter Pancasila, gotong royong, kebhinnekaan, musyawarah dan sebagainya. Anak senang di sekolah dan pembelajaran menjadi lebih berkualitas. Itu yang penting mengingat saat ini membangun karakter itu tidak mudah,” jelasnya.

“Sebagai contoh, SMP 1 sudah dibangun karakternya, misalnya tingkat penghormatan kepada guru meningkat. Guru dengan siswa saling bertegur sapa untuk memuliakan satu sama lain. Panggilan Abang, aak sudah ditemui di sekolah penggerak. Ini salah satu praktik baik di sekolah penggerak. Kami harap seluruh sekolah menjadi sekolah penggerak semua. Insyaallah secara bertahap. Salah satu ciri sekolah penggerak juga berbasis digitalisasi,” tambahnya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa Bupati dan Wabup Bangka Barat sangat concern tentang sekolah penggerak.

“Mudah-mudahan sekolah penggerak menjadi transformasi pendidikan di Bangka barat menjadi maju, cerdas dan berkualitas serta bermartabat. Memang tidak mudah untuk mengubah perilaku, tapi dengan sistem edukasi yang berpihak pada peningkatan potensi siswa, insyaallah hasil optimal dapat tercapai. Siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga cerdas secara emosional,” tutupnya.

Sumber: 
Diskominfo Bangka Barat
Penulis: 
Wahyu Pratiwi
Fotografer: 
Arif Juliantoro A.Md
Kategori Info Publik: 
Kategori Konten: 

Berita OPDInformasi Tentang Kegiatan-Kegiatan OPD

Berita OPD Berdasarkan Jenis