Bangka Barat Siapkan Rumah Sakit Darurat Covid-19

Tempilang_Wakil Bupati Bangka Barat ikuti rapat terbatas terkait pemberlakuan PPKM level 4 yang dipimpin oleh Gubernur Bangka Belitung, dan dihadiri juga oleh Kapolda Bangka Belitung, Danrem 045/ Garuda Jaya, unsur Forkopimda Bangka Barat, Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, serta Kepala OPD terkait, bertempat di Rumah Dinas Camat Tempilang. Rabu (28 /7/2021).

“Koordinasi dan konsolidasi kita dalam memperkuat sinergi penanganan Covid-19 PPKM level 4 di Kabupaten Bangka Barat akan terus kita upayakan, dan menghasilkan kebijakan dimana Bupati Bangka Barat akan menetapkan Rumah Sakit Darurat dengan kapasitas yang besar,” ujar Gubernur Babel Erzaldi Rosman saat ditemui tim Diskominfo usai rapat.

“Dengan adanya Rumah Sakit Darurat ini maka penanganan Covid-19 di Bangka Barat akan terfokuskan lagi, khususnya di Kecamatan Muntok, karena dari data yang diperoleh Kecamatan Muntok adalah penyumbang terbanyak kasus yang terpapar, dirawat dirumah sakit serta kasus meninggal dunia akibat Covid-19,” tuturnya.

Erzaldi juga meminta kerjasama dari masyarakat agar tetap menahan diri berpergian, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mematuhi aturan maupun kebijakan selama PPKM ini berlangsung.

“Kami juga berkoordinasi terkait treatment kita dalam penanganan pintu masuk ke Pulau Bangka ini melalui pelabuhan Tanjung Kalian Muntok dengan akan didirikannya dapur umum, untuk menangani masyarakat dari luar Bangka yang terindikasi positif Covid-19 melalui tes Rapid antigen, dan akan kita tampung di tempat karantina, dan bagi para sopir truk yang telah divaksin akan tetap kita berlakukan tes rapid antigen,” tambahnya.

Ditempat yang sama Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming mengatakan, dalam rangka penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Bangka Barat, sudah disediakan 136 bed di Gedung Diklat BKPSDM Bangka Barat yang akan digunakan sebagai Rumah Sakit Darurat dan di RSUD sebanyak 30 bed yang diperuntukkan untuk penanganan pasien Covid-19.

“Hal ini merupakan langkah cepat kita dalam menurunkan PPKM level 4 di Bangka Barat yang insyaallah diharapkan turun menjadi 3,2 dan menjadi level 1, selain itu juga akan dilakukan beberapa hal diantaranya tracking cepat penyebaran Covid-19 dengan bekerjasama dengan Tim yang terdiri dari unsur forkopimda Bangka Barat,” ujarnya.

“Terkait pemberlakuan operasional Rumah Sakit Darurat ini paling lambat 1 Agustus, tapi tadi Gubernur minta hari Jum’at (30 Juli 2021) sudah direalisasikan, tetapi dikarenakan masih ada administrasi dan persyaratan lainnya yang harus diselesaikan,“ sambungnya.

“Untuk peralatan pendukung Rumah Sakit Darurat seperti tabung oksigen dan ventilator akan kita lengkapi dan sedang dalam perjalanan,” pungkasnya.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Yogie
Fotografer: 
Virgo
Editor: 
Dony