Inovasi "BIKCANTEK" Masuk Tahapan Verifikasi Lapangan

Setelah tahapan presentasi dan wawancara pada 9 September 2021 yang lalu, Inovasi Pelayanan Publik Puskemas Simpang Teritip "BIKCANTEK" masuk pada tahapan berikutnya yaitu verifikasi lapangan yang dilakukan oleh Tim Juri dan panitia KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis 16 September 2021.

Ditemui oleh tim liputan Diskominfo, Kepala Puskemas Simpang Teritip, Sahadi, mengatakan, tugas puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama, lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

"Promotif adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan. Sedangkan pelayanan kesehatan preventif adalah suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan/penyakit," ujarnya.

"Untuk melaksanakan tugas tersebut, Puskemas Simpang Teritip membuat terobosan melalui Inovasi BIKCANTEK (Bina Keluarga Calon Penganten Oke), yang dilakukan oleh bidan yang bertugas di Puskemas Simpang Teritip," kata dia.

Bidan Espana, salah satu bidan yang bertugas di Puskesmas Simpang Teritip menjelaskan bahwa program "BIKCANTEK" ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi kepada para calon pengantin muda dalam bentuk bimbingan konseling kesehatan reproduksi.

Tujuan edukasi ini untuk memberikan pemahaman kepada pasangan muda yang akan menikah guna pencegahan stunting serta kematian ibu dan bayi.

"Bagi pasangan di bawah usia 18 tahun kami sarankan agar menunda kehamilan melalui program KB, bagi yang terlanjur hamil kami berikan bimbingan mulai dari tahapan kehamilan sampai dengan proses melahirkan dan merawat bayi," kata dia.

KIPP tingkat Provinsi kali ini adalah yang kedua diselenggarakan oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Biro Organisasi.
Kepala biro Organisasi Provinsi Bangka Belitung, Elyana, menyebutkan bahwa pada tahun ini Kabupaten Bangka Barat masuk pada Top 9 dari 66 Inovasi Pelayanan Publik. "Kami mengajak Kabupaten/Kota yang ada di Bangka Belitung untuk berlomba-lomba membuat Inovasi Pelayanan Publik, karena pelayanan publik adalah garda terdepan dari suatu Pemerintahan. Apabila pelayanan publik itu baik, masyarakat akan sangat berterima kasih kepada Pemerintah karena mereka bisa terlayani dengan baik," kata dia.

Imam Rosadi selaku wakil ketua Tim Juri KIPP mengatakan beberapa yang menjadi perhatian sebagai penilaian kami sebagai juri terhadap inovasi Kabupaten/Kota adalah pertama kebaruannya walaupun tidak menutup kemungkinan merupakan hasil replikasi dari tempat lain.

"Yang kedua adalah keunikan yang membuat inovasi tersebut lebih dari daerah lain dan layak diangkat menjadi top inovasi. Ketiga adalah dampak seberapa luas cakupan inovasi tersebut mampu memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat apalagi jika inovasi ini sudah menjadi kebutuhan bukan lagi sebagai pilihan," katanya.

"Menurut kami Inovasi "BIKCANTEK" ini sangat positif dan bisa dikembangkan ke depannya dengan langkah memperluas cakupannya, bahkan direplikasi oleh Puskesmas di Kecamatan lain. Semangat untuk menurunkan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu dua pihak tapi harus melibatkan banyak pihak, banyak stakeholder karena saling berkaitan dan berpengaruh satu sama lainnya," katanya lagi.

"Semua unsur birokrasi bersama-sama segera melakukan kolaborasi mengatasi akar permasalahan yang menjadi penyebab stunting dan pernikahan dini yang masih tinggi dalam wilayah kerja Puskemas Simpang Teritip," imbuhnya.

"Mudah-mudahan dengan adanya inovasi "BIKCANTEK" ini menjadi cikal bakal untuk munculnya inovasi lain dan menjadi semangat kita bersama," tutupnya.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Yogie
Fotografer: 
Erwin
Editor: 
Wahyu Pratiwi