Pelaksanaan Rakor Pemetaan Tim Pendamping keluarga Bangka Barat

Mentok- Bertempat di OR II Sekretariat Darah Kabupaten Bangka Barat, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui dinas P2KBP3A Bangka Barat melaksanakan rakor pemetaan tim pendamping keluarga Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan dilaksanakan pada 27 September 2021. 

Pembentukan tim pendamping keluarga dimaksudkan sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Tingkat Desa/ Kelurahan untuk menjalankan arahan dan mandat Presiden RI untuk menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 14% di tahun 2024. 

Adapun beban kerja tim pendamping keluarga ini disasarkan pada calon pengantin, ibu hamil/melahirkan, keluarga yang memiliki bayi dua tahun (baduta).

Secara nasional, dibutuhkan 200.000 tim, sedangkan di Kepulauan Bangka Belitung dibutuhkan 1.050 tim, dan di Bangka Barat dibutuhkan 155 tim. 

Tim pendamping keluarga terdiri dari bidan desa/tenaga kesehatan, kader PKK, dan kader IMP. Salah satu persyaratannya adalah mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu menggunakan gadget. 

Adapun tugasnya adalah melakukan pendampingan kepada keluarga dengan cara mengidentifikasi faktor risiko stunting dan melakukan pelayanan komunikasi, informasi, edukasi, pelayanan kesehatan dan pelayanan lainnya dengan indikator kinerja utama adalah dat, pendampingan, dan survailance. 

Kepala Dinas P2KBP3A, Suwito, SE., mengatakan bahwa pihak Kecamatan agar selanjutnya berkoordinasi dengan PKB/PKLB serta desa terkait dengan tim TPK  yg akan dibentuk di tingkat Desa/Kelurahan.

"Sambil menunggu informasi selanjutnya dari dinas P2KBP3A tentang alokasi TPK per Desa/Kelurahan sesuai besaran yang sudah ditetapkan oleh Perwakilan BKKBN Prov. Kep. Bangka Belitung," tambahnya. 

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya adalah perwakilan Kecamatan Muntok, Puskesmas Muntok, Kelurahan, serta perwakilan TP PKK Bangka Barat.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Wahyu
Fotografer: 
Arif