Pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat Tentang Batas Desa dan Pemekaran Kelurahan

Bangka Barat _ Bertempat di ruang rapat BANMUS gedung Mahligai Betason, rapat dengar pendapat terkait batas desa dan pemekaran kelurahan dilaksankan pada Selasa, 19/10/21.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua I, Miyuni Rohantap. Dirinya berkata bahwa terkait perbatasan desa khususnya di kelurahan Menjelang dan Keranggan kecamatan Mentok bisa diselesaikan hari ini (Selasa-red) juga.

Naim, anggota DPRD Bangka Barat juga berkata kesepakatan yang kita ambil yang di lalui dengan musyawarah masyarakat harus dilakukan pendekatan secara humanis.

“Akan kita cari solusinya jangan sampai ada konflik dan permasalahan yang rancu antara masyarakat dan kelurahan tentang batas tersebut," tambahnya.

Anggota DPRD, Adi sucipto, dalam hal ini juga menuturkan bahwa masalah ini harus diselesaikan bersama.

"Mohon secepatnya dikaji ulang agar pelayanan masyarakat tidak terganggu dalam hal pendataan dan jangan sampai ada permasalahan baru lagi," imbuhnya.

Camat Mentok, Sukandi, juga berkata semua ini sudah dibicarakan dan sudah ada kesepakatan dan diskusi antara RT/RW dan warga.

"Semua sudah clear, tinggal menunggu surat keputusan mendagri saja," jelasnya.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Dr. Agung Dhedi Dwi handes,S.H.,M.H., yang juga hadir dalam rapat mengatakan bahwa mengenai batas-batas baik di tingkat kelurahan maupun di desa, semua itu ada undang undang dan hukumnya yang sudah tertera.

Di sisi lain, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bangka Barat, M. Kaidi, S.E., juga mengatakan kode suatu wilayah akan tertera dan berjalan setelah ada instruksi dari mendagri.

Rapat juga dihadiri oleh Kepala Bagian Pemerintahan, Camat se- Kabupaten Bangka Barat, Lurah se-Kecamatan Mentok , Kepala Desa se – Kabupaten Bangka Barat, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Dedra
Fotografer: 
Dedra
Editor: 
Wahyu Pratiwi