PELAKSANAAN VAKSINASI RABIES PADA HEWAN KESAYANGAN DI KABUPATEN BANGKA BARAT TAHUN 2020

PELAKSANAAN VAKSINASI RABIES PADA HEWAN KESAYANGAN

DI KABUPATEN BANGKA BARAT

TAHUN 2020

 

Oleh :

 

Padly Ilham, A. Md (Paramedik Veteriner Mahir)

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat

 

Pengertian Rabies

Kata rabies berasal dari bahasa Sansekerta kuno rabhas yang artinya melakukan kekerasan/kejahatan. Dalam bahasa Yunani, rabies disebut Lyssa atau Lytaa yang artinya kegilaan. Dalam bahasa Jerman, rabies disebut tollwut yang berasal dari bahasa Indojerman Dhvar yang artinya merusak dan wut yang artinya marah. Dalam bahasa Prancis, rabies disebut rage berasal dari kata benda robere yang artinya menjadi gila. Rabies adalah penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan ke manusia dari hewan) yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menginfeksi hewan domestik dan liar, yang menyebar kepada manusia melalui kontak dekat dengan air liur yang terinfeksi melalui gigitan atau cakaran.

Rabies disebabkan oleh virus rabies yang masuk ke keluarga Rhabdoviridae dan genus Lysavirus. Karakteristik utama virus keluarga Rhabdoviridae adalah hanya memiliki satu utas negatif RNA yang tidak bersegmen. Virus ini hidup pada beberapa jenis hewan yang berperan sebagai perantara penularan. Spesies hewan perantara bervariasi pada berbagai letak geografis. Hewan-hewan yang diketahui dapat menjadi perantara rabies antara lain rakun (Procyon lotor) dan sigung (Memphitis memphitis) di Amerika Utara, rubah merah (Vulpes vulpes) di Eropa, dan anjing di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Afrika, Asia, dan Amerika Latin memiliki tingkat rabies yang masih tinggi. Hewan perantara menginfeksi inang yang bisa berupa hewan lain atau manusia melalui gigitan. Infeksi juga dapat terjadi melalui jilatan hewan perantara pada kulit yang terluka. Setelah infeksi, virus akan masuk melalui saraf-saraf menuju ke sumsum tulang belakang dan otak dan bereplikasi di sana. Selanjutnya virus akan berpindah lagi melalui saraf ke jaringan non saraf, misalnya kelenjar liur dan masuk ke dalam air liur. Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas/ ganas ataupun rabies jinak/ tenang. Pada rabies buas/ ganas, hewan yang terinfeksi tampak galak, agresif, menggigit dan menelan segala macam barang, air liur terus menetes, meraung-raung gelisah kemudian menjadi lumpuh dan mati. Pada rabies jinak/tenang, hewan yang terinfeksi mengalami kelumpuhan lokal atau kelumpuhan total, suka bersembunyi di tempat gelap, mengalami kejang dan sulit bernapas, serta menunjukkan kegalakan.

Rabies sendiri merupakan virus mematikan yang dapat menularkan manusia melalui air liur hewan yang terinfeksi. Umumnya virus ini ditularkan melalui gigitan hewan ke manusia. Rabies dapat ditularkan oleh hewan liar seperti kelelawar, rubah, monyet atau dapat juga ditularkan dari hewan yang umum menjadi hewan peliharaan seperti anjing atau kucing.

Pengertian Vaksin Rabies

Vaksin rabies adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah rabies. Vaksin ini diberikan pada hewan ataupun individu yang memiliki risiko terkena penyakit ini. Namun meskipun sudah diberikan vaksin, seseorang yang digigit atau dicakar oleh hewan yang kemungkinan menderita rabies, tetap harus mendapatkan penanganan medis.

Selain penting untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan , pemberian vaksin anti rabies pada hewan akan memberikan perlindungan pada manusia dari dampak gigitan hewan rabies. suntikan anti rabies pada hewan juga bisa mencegah resiko kematian hingga 100 % pada manusia.

Kegiatan vaksinasi rabies ini dilaksanakan terus menerus setiap tahunnya di Kabupaten Bangka Barat dengan mengunjungi setiap pemelihara hewan kesayangan seperti kucing, anjing dan monyet dimana program ini dapat mengantisipasi serangan rabies pada manusia.

 

Hewan yang berpotensi terserang rabies sebaiknya diberikan suntikan vaksin segera setelah lahir, hal ini dikarenakan virus rabies bisa segera menyerang tanpa memandang umur hewan.  Dalam kurun waktu 14 hari setelah suntikan , sebaiknya jangan biarkan anjing atau kucing keluar rumah, hal ini dikarenakan antibody belum tersedia dalam jumlah cukup untuk membentengi hewan dari serangan rabies. hewan peliharaan juga sebaiknya tidak dimandikan selama 2 minggu pertama pasca suntikan vaksin.

Pentingnya Vaksin pada hewan peliharaan

Vaksinasi merupakan salah satu tindakan pencegahan agar hewan kesayangan tidak sakit. Tujuannya untuk memberikan kekebalan pada tubuh dan melindunginya terhadap beberapa penyakit tertentu, karena ada yang bisa berakibat fatal atau mematikan.

 

Sebagai contoh anak kucing dan anjing (Puppy Kitten) yang baru lahir akan memperoleh kekebalan pasif dari susu induknya dimana antibodi yang didapat dari induknya memberikannya imunitas secara lokal. Vaksinasi sebaiknya dilakukan mulai umur 6-8 minggu, karena pada umur ini antibodi yang diterima dari induk mulai berkurang.

Dan untuk pencegahan terhadap penyakit menular tertentu, sel-sel imun puppy maupun kitten harus siap untuk melindungi tubuhnya dari penyakit yang masuk. Inilah jawaban kenapa vaksinasi penting diberikan pada hewan kesayanganmu.

Vaksinasi Rabies di Kabupaten Bangka Barat

Kegiatan vaksinasi rabies di Kabupaten Bangka Barat dilaksanakan pada bulan September dan Oktober tahun 2020 di 5 (lima) kecamatan. Total hewan kesayangan yang telah di vaksin sebanyak 438 ekor dengan rincian per kecamatan sebagai berikut:

No

Kecamatan

Anjing

Kucing

Monyet

1

Muntok

20

162

1

2

Kelapa

 

117

 

3

Tempilang

3

76

 

4

Jebus

17

21

2

5

Parittiga

8

11

 

Total

48

387

3

 

Pelaksanaan kegiatan vaksinasi dilakukan dengan cara petugas mendatangi pemilik hewan kesayangan di tiap kecamatan secara kolektif ataupun door to door sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati antara petugas dan pemilik hewan.

Deteksi Titer Antibodi Pascavaksinasi Rabies

ELISA (Enzym Linked Immunosorbant Assay) adalah alat diagnostik klinis yang banyak digunakan untuk mendeteksi reaksi antigen-antibodi spesifik yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit serta antibodi yang terbentuk setelah dilakukan vaksinasi. ELISA merupakan metode diagnostik yang tepat, sensitif, serbaguna, dan dapat di kuantifikasi (Crowther 2009). Salah satu aplikasi dari uji ELISA adalah deteksi antibodi terhadap virus rabies untuk investigasi kasus kejadian rabies dalam skala besar. Uji ELISA tidak memerlukan virus rabies dalam keadaan hidup, namun cukup dengan menggunakan serum dari darah hewan atau manusia penderita rabies dalam jumlah kecil. Selain itu, prosedur uji ELISA lebih sederhana dan lebih aman jika dibandingkan dengan uji FAVN (Fluorescent Antibody Virus Neutralization) (Sugiyama et al. 1997).

 

Jenis-jenis uji ELISA diantaranya adalah direct ELISA/ ELISA langsung, indirect ELISA/ ELISA tidak langsung, competitive ELISA/ ELISA kompetitif, dan sandwich ELISA (direct maupun indirect) (Crowther 2009). Beberapa kit ELISA khusus antibodi RABV (rabies virus) telah di komersialisasikan untuk hewan, namun harga kit mahal dan produksinya terbatas. Jenis uji ELISA yang digunakan untuk deteksi antibodi pada kasus rabies salah satunya adalah Indirect ELISA. Kit Indirect ELISA dikembangkan dengan menggunakan virus utuh (Whole Virus) virus rabies strain Pasteur 35321 (PV 35321). Indirect ELISA yang telah dikembangkan memberikan hasil relatif cepat dan tidak memerlukan fasilitas laboratorium pendukung yang rumit, seperti fasilitas tissue culture/ kultur jaringan dan kandang hewan coba. (Servat et al. 2007). Salah satu contoh dari jenis uji indirect ELISA adalah kit ELISA Rabies Demeditec (Demitec Diagnostics GmbH). Uji ini didasarkan pada reaksi semi purified virus atau antigen rabies dengan antibodi poliklonal pada anjing (Demeditec 2017). Hasil uji ELISA dibaca menggunakan ELISA reader yang mampu memancarkan cahaya pada gelombang tertentu. Alat ini dapat mengukur jumlah cahaya yang diserap dan tercermin oleh benda/zat seperti protein (Smith 2016).

Hasil Uji ELISA Rabies di Bangka Barat

Pengujian ELISA Rabies dilakukan di laboratorium Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pengambilan sampel secara acak di beberapa lokasi, terutama sampel serum pada anjing. Didapatkan sebanyak 12 sampel serum anjing untuk di uji. Setelah dilakukan pengujian maka didapatkan hasil bahwa terdapat 10 sampel terbentuk antibodi dengan baik, sedangkan 2 sampel tidak terbentuk antibodi. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa program vaksinasi rabies di kabupaten Bangka Barat telah dilakukan dengan baik dan berhasil melindungi hewan kesayangan dari ancaman virus rabies.    

Kesimpulan

Rabies merupakan salah satu virus yang berbahaya bagi hewan yang dapat menyebabkan kematian. Hewan yang rentan terinfeksi virus rabies antara lain kelalawar, rubah, monyet, anjing dan kucing. Selain itu rabies juga merupakan kelompok penyakit zoonosis atau dapat menular ke manusia. Penularan ke manusia terjadi melalui air liur hewan yang sudah tertular oleh virus rabies.

Pencegahan penularan penyakit rabies pada hewan dapat dilakukan melalui kegiatan vaksinasi rabies. Vaksinasi rabies pada hewan dapat diberikan mulai umur 4 bulan ke atas. Selain itu dilakukan pengujian ELISA untuk mengetahui terbentuk atau tidaknya titer antibodi dari kegiatan vaksinasi. Kabupaten Bangka Barat melakukan kegiatan vaksinasi rabies pada tahun 2020 di 5 kecamatan dengan total vaksinasi 48 ekor kucing, 387 ekor anjing dan 3 ekor monyet. Untuk melihat keberhasilan vaksinasi dilakukan pegujian ELISA pad 12 sampel serum dari anjing yang sudah divaksinasi rabies. Dari 12 sampel serum yang di uji terdapat 10 sampel yang terbentuk antibodi dengan baik. Maka dari itu, untuk pencegahan penularan virus/penyakit rabies perlu dilakukan vaksinasi rabies pada hewan kesayangan.

Penulis: 
Padly Ilham, A. Md (Paramedik Veteriner Mahir)
Sumber: 
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat

Artikel

03/05/2021 | Sugia Kam
24/08/2020 | Dwi Kurnia
11/04/2018 | Diki Anugrah Hardi
30/01/2017 | Mukti Purwanto, S....
08/04/2016 | ELFRISKA DAMAYANTI..., NIP. 19820425..., FUNGSIONAL...
30/01/2017 | Mukti Purwanto, S....
13/03/2014 | Dessy Parlina, S. Pt
29/12/2015 | Eddu Novandaharto...., NIP. 19751121..., FUNGSIONAL AHLI...
08/03/2016 | Dessy Parlina, S. Pt, NIP: 19821228..., Jabatan: Pengawas...
08/04/2016 | ELFRISKA DAMAYANTI..., NIP. 19820425..., FUNGSIONAL...
21/01/2016 | Eddu Novandaharto,..., NIP. 19751121..., FUNGSIONAL AHLI...