Pesta Adat Dusun Rajek Sebagai Identitas Diri dan Keragaman Adat Budaya

DISKOMINFO ( Bangka Barat ), Simpang Teritip -- Salah satu upaya menunjukkan eksistensinya, masyarakat Dusun Rajek Desa Berang Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat menggelar Pesta Adat yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya bertempat di Balai Dusun Rajek, Minggu, 22/5/22.

Bupati Bangka Barat H. Sukirman,.S.H menegaskan bahwa melalui tradisi yang baik ini dapat menjadi pendukung dalam menjaga kesehatan dan hubungan baik antar tetangga.

" Pemerintah Kabupaten Bangka Barat ucapkan terima kasih dan mengapresiasi kekompakan Dusun Rajek,” katanya mengawali sambutan.

Dalam acara ini, Bupati Sukirman membaur dengan masyarakat Dusun Rajek dalam arak-arakan Khitanan masal dan khataman Alquran.

Orang nomor satu di Bangka Barat ini sangat bangga dan takjub karena acara tersebut dapat menghadirkan seluruh unsur masyarakat mulai dari Camat, Kades, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

“Dengan menu khas dodol melambangkan kekompakan dan kebersamaan masyarakat dusun Rajek yang dan menjadi simbol untuk mempererat tali silaturahim. Saya harap tradisi ini tetap dilestarikan,” tutupnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali, berkata bahwa Pesta Adat Dusun Rajek Desa Berang sudah menjadi tradisi turun temurun sejak tahun 1933 sampai sekarang.

“Dan hari ini Pesta Adat dirangkaikan dengan khitan massal dan khataman AlQuran. Hari ini sebanyak 15 anak yang telah dikhitan massal dan 19 anak yang khataman Alquran. Yang sudah dikhitan pertanda telah dewasa. Yang khataman Quran insyaallah menjadi anak Soleh Solehah, “ katanya.

“Selain itu juga bagi setiap rumah yang anaknya dikhitan dan khataman akan dihiasi dengan indah sebagai tanda adanya kemeriahan, kebahagiaan di dalam keluarga tersebut. Saya apresiasi masyarakat yang saling membantu dan bergotong royong untuk menjaga tali silaturahmi,” tambahnya.
Dirinya mengharapkan tradisi ini bisa menjadi pendukung pariwisata Bangka Barat untuk berkunjung dan secara otomatis dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Dirinya menyatakan Bangka Barat akan mensupport dan berkontribusi dalam hal kesenian dan sanggar seni dimana Pesta Adat menjadi iconnya.

Sementara itu, Simpang Teritip, Samsuri, menjelaskan bahwa sebelum puncak acara, warga dusun Rajek mengadakan khataman Quran di masjid setempat.

“Menjelang pelaksanaan khitanan adat, Minggu dini hari warga dibangunkan dengan pukulan gong oleh tetua adat dari Balai Desa. Anak yang akan dikhitan di bawa berjalan dengan di iringi musik dan tarian yang di mainkan menuju sungai yang mirip kolam. Kemudian, anak anak tersebut akan berendam di air kolam itu dan duduk di atas kelapa yang mana terlebih dahulu sudah didoakan oleh sesepuh adat dengan ditemani oleh para orang tua,” terangnya.

“Fungsi dari perendaman itu sebagai pembiusan saat di khitan tidak terasa sakit yang mana dulu khitanan tersebut dilakukan dengan metode itu sebelum ada medisnya seperti sekarang. Seusai di khitan anak anak tersebut di arak sampai ke balai desa dusun Rajek dan di sana mereka disambut dengan kesenian pencak silat dengan dibarengi saweran semakin membuat semarak acaranya," tutupnya"

Samsuri juga berharap semua ini tidak saja sebagai upaya pengembangan wisata budaya akan tetapi bisa dijadikan suatu indentitas diri keragaman adat budaya yang berkembang di Kabupaten Bangka Barat terutama di Dusun Rajek Desa Berang.

Sumber: 
Diskominfo Bangka Barat
Penulis: 
Dedra Helen S.AP
Fotografer: 
Virgo Equerdo
Editor: 
Wahyu Pratiwi