Sekda Bangka Barat Buka Kegiatan KIE Obat dan Makanan

Muntok_Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, Drs. Muhammad Soleh, M.AP yang mewakili Bupati Bangka Barat membuka kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan bersama Pemkab Bangka Barat yang diselenggarakan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan Pangkalpinang bertempat di gedung Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat, Senin (13/9/2021).

Turut hadir Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan Pangkalpinang, Tedy Wirawan, M.Si., Apt., narasumber, dan para peserta kegiatan yang berasal dari perwakilan OPD di lingkungan Pemkab Bangka Barat.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, Drs. Muhammad Soleh, M.AP menyebutkan bahwa saat ini cukup banyak kasus-kasus kejahatan di bidang obat, makanan dan kosmetik yang mengancam masyarakat, di antaranya adalah penggunaan bahan kimia yang berbahaya pada pangan dân kosmetik, sampai pada penyalahgunaan obat di kalangan masyarakat.

“Pemerintah wajib hadir untuk bisa melindungi masyarakat, namun peran aktif masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung tugas pemerintah di bidang obat dan makanan. Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ini sangat bermanfaat karena ada nilai -nilai yang ditanamkan untuk lebih mengetahui dan lebih waspada terhadap produk-produk baik itu obat maupun makanan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Barat sangat mendukung kegiatan KIE yang dilaksanakan Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Pangkalpinang ini, dan berharap dapat  memberikan informasi pengetahuan baru bagi peserta yang hadir dan kemudian dapat disampaikan kepada masyarakat agar selektif dalam membeli makanan dan obat-obatan. 

“Guna meminimalisir peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan diperlukan pengawasan terhadap obat dan makanan yang beredar, khususnya di Kabupaten Bangka Barat. Dengan semakin ketatnya pengawasan obat dan makanan diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus akibat penggunaan obat dan makanan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Balai POM di Pangkalpinang, Tedy Wirawan, M.Si., Apt., dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa berdasarkan pengawasan  dari Balai POM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih ditemukan produk pangan yang menggunakan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, borax, pewarna textile dan bahan berbahaya lainnya.
Dia juga menggungkapkan masih ditemukan produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, seperti mercuri dan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat.

“Produk-produk kosmetik dan obat tradisional mudah didapatkan melalui pembelian secara online, maka dari itu perlu dilakukan KIE pada masyarakat , sehingga dapat memilih produk yang dibeli agar aman dipergunakan,” ujarnya.

Dia juga menuturkan bahwa beberapa masalah yang masih ditemukan antara lain masih adanya produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan, ditambah masih kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap keamanan produk serta masih rendahnya kesadaran konsumen dalam memilih dan mengkonsumsi produk makanan yang aman bagi kesehatan.

“Salah satu strategi BPOM dalam pengawasan obat dan makanan dengan meningkatkan kegiatan masyarakat melalui KIE dalam rangka peningkatan efektifitas pengamanan obat dan makanan agar masyarakat mampu melindungi diri dari produk obat dan makan yang tidak memenuhi ketentuan,” tutupnya.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Dony
Fotografer: 
Dony
Editor: 
Wahyu