Sekolah Alam Merupakan Perwujudan Pendidikan Non Formal yang Berfokus Pada Pembentukan Akhlak

Bangka Barat_Pemerintah Kabupaten Bangka Barat yang diwakili oleh Kepala Disdikpora, Drs. Rukiman menghadiri kegiatan “Temu Kangen, Merangkai Silsilah” bertempat di Sekolah Alam Taman Wisata Edukasi Mentok, Sabtu, 25/06/22.

Drs. Rukiman dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini yang tidak hanya bermakna silaturahmi, namun kebersamaan membangun kepedulian untuk negeri. 

“Ini adalah sebuah terobosan dan apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Chairul Amri dalam mendirikan sekolah alam. Kami dari pihak pemerintah daerah berterima kasih karena semakin banyak yang peduli . Kami siap mendukung sekolah ini,” tegasnya.

“Program pemeintah saat ini adalah merdeka belajar, membangun karakter. Cirinya yaitu ketika anak datang kesekolah anak menjadi senang, gembira belajar di sekolah. Ini untuk mewujudkan menjadi anak Pancasila. Insyaallah akan bermanfaat bagi kita semua,” tutupnya. 
 
Dalam sambutannya Pj. Gubernur yang diwakili Asisten 3 Pemprov Bangka Belitung, Yunan Helmi menekankan untuk selalu menjaga kekompakan dan silaturahmi. Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2010, bahwa ada tiga pihak yang bertanggungjawab terhadap pendidikan, yaitu secara formal adalah pemerintah, informal adalah orang tua, dan non formal adalah masyarakat. Dan dalam hal ini, Pak Amri dan kawan-kawan sudah melaksanakan tanggung jawab secara non formal. Mudah-mudahan sekolah alam ini semakin maju dan pertemuan ini memberi manfaat untuk kita semua,” tutupnya.

Sementara itu, pendiri Sekolah Alam, Chairul Amri mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir.

Dirinya menyebutkan ada 3 institusi yaitu Sekolah Alam Taman Wisata Edukasi Muntok berdiri 29 Juni 2021 yaitu gerakan bersifat pada pendidikan karakter kontekstual langsung, Balai Edukasi Tanaman Obat berdiri 6 Januari 2022 dimana terdapat 400 jenis tanaman dan 165 diantaranya tanaman herbal, dan Sekolah Alam Babel.

“Saya berharap dukungan dalam bentuk apapun kepada 3 institusi ini. Dalam temu kangen ini tidak hanya silaturahmi tetapi ingin lakukan terobosan untuk memberikan sesuatu bagi pemerintah daerah,” tutupnya.

Ketua yayasan Sekolah Alam Babel, Ibu Nina menyebutkan sekolah ini merupakan jalur non formal yang berfokus kepada akhlak dengan metode praktek yaitu mengajarkan akhlak kepada anak-anak melalui teladannya. 

“Untuk fokus akhlak ada yang namanya kerja sama dengan orang tua, ini dilakukan agar seiring sejalan dengan sekolah untuk membentuk anak, metode pengajaran akhlak untuk anak-anak lewat story telling, karena 80% al-quran adalah tentang kisah-kisah dalam kegiatan pagi. Yang kedua adalah fokus bakat dengan menggunakan pemetaan bakat, selama anak di sekolah akan melaksanakan 114 aktivitas bakat untuk melihat kemampuan dimana bakatnya, jadi di sekolah ini kegiatan 75% praktek/magang sudah dimulai di usia 10 tahun, learning by maestro, menggunakan sentuhan teknologi, juga fokus pada kearifan lokal, sekolah ini adalah inklusi dibawah naungan pemprov. Babel,” jelasnya.

Dirinya berharap sekolah alam Babel bisa menjadi salah satu alternatif pendidikan di Babel.

Sumber: 
Diskominfo Bangka Barat
Penulis: 
Erwin
Fotografer: 
Arif
Editor: 
Wahyu Pratiwi