Teh Tayu - The Heritage Tea

Teh Warisan
Dahulu kala, zaman pemerintahan Hindia Belanda mengontrak para Imigran dan Tiongkok untuk di perkerjakan di Tambang - tambang Timah di Bangka. Pintu masuk utama adalah Kota Muntok, yang pada saat itu menjadi Kota Pelabuhan yang terpenting untuk jalur lalu lintas laut, hal ini dikarenakan posisi yang strategis dimana ada Selat Bangka dan berdekatan dengan Pulau Sumatera serta berseberangan dengan Negeri tetangga yaitu Singapura. Perjalanan para Imigran pun dimulai dan komunitas Chinese dikepalai oleh Kapitan Tjoeng Athiam yang kemudian naik pangkat menjadi seorang Mayor, dimana Mayor Tjoeng Athiam yang mengurus semua pekerja Tambang Timah termasuk pajak yang di kenakan, semua di komandokan di bawah pimpinan Hindia Belanda.
Sajian Teh sangat penting untuk pemujaan leluhur atau ritual keagamaan bagi masyarakat China pada umumnya. Menurut kajian sejarah para Imigran China tersebut membawa Biji Teh dan kemudian ditanam di mana pun mereka berada dan menyajikan di semua kesempatan, baik untuk acara minum teh atau yang disebut (Yamcha bahasa khek Jimcha) dan berkumpul dengan teman -teman maupun keluarga.
Tradisi minum Teh inipun di bawa sampai ke Bangka dan unik nya disini terkolaborasi budaya Eropa dimana acara Tea Time bersamaan dengan kue - kue dan ini pun terintegrasi untuk budaya melayu. hingga sekarang menjadi kolaborasi yang indah, tanpa sengaja tercipta untuk budaya minum teh di Bangka.
Teh yang di tanam tersebut adalah jenis Green Tea atau Camellia Sinensis dan jaman dahulu tersebar kemana - mana di daerah perkampungan China di Bangka,dari Sungailiat, Pangkal Pinang dan Muntok tentunya. Teh Tradisional lumayan rumit, seiring berjalannya waktu pengolahan dengan sangrai dengan kedua tangan yang benar-benar mirip dan persis di China sekarang. Faktor inipun sempat dikeluhkan petani Teh serta generasi sekarang dan ini menyebabkan berkurangnya petani teh, hingga kini tersisa di Dusun Tayu (Thai Jiu) di Desa Ketap Kecamatan Jebus - Kabupaten Bangka Barat.
Dusun Tayu ini yang hingga sekarang masih terlestarikan dengan sisa 16 petani saja . Berbanding terbalik di masa jaya dulu masyarakat Tayu 80% menggeluti profesi petani teh . Ini kondisi yang miris kebudayaan yang hampir punah bila tidak di lestarikan dimana sekarang tinggal 10% profesi petani teh di kampung teh tersebut . Tanpa Sejarah kita tidak berarti apa -apa Seperti kehilangan identitas, untuk itu kami tergerak menggiatkan kembali mulai dan menelusuri kembali Sejarah perkembangan teh di masa jaya đulu, maka kami menamakan Teh Warisan. Mengingat Timah adalah barang tambang yang seiring waktu akan habis, sekarang sudah sangat terasa di masyarakat.

Adapun khasiat Teh Tayu - The Heritage Tea
Mencegah berbagai jenis penyakit ,mengurangi resiko stroke , kolestrol tinggi, diabetes
Untuk diet sehat karena meningkatkan pembakaran lemak dan untuk hasil lebih maksimal di konsumsi dalam kondisi hangat.
Gigi lebih kuat Teh memiliki anti bakteri yang mengurangi pembentuk bakteri di rongga mulut.
Untuk kecantikan kulit, gunakan sisa ampas teh yang sudah diseduh, menjadi masker wajah untuk kelenturan kulit.
Teh Tayu sebagai penetralisir Durian atau pun penetralisir makanan berlemak.
Mengingat banyak sekali manfaat Teh Tayu - The Heritage Tea, sudah saatnya kembali di galahkan untuk penanamannya. Semoga menjadi produk lokal yang diandalkan dari sejak jaman dulu hingga sekarang. kami saat ini sudah melakukan Jasa Titipan (JasTip) ke Amerika dan Singapore, dan kami generasi muda terus berupaya sehingga bisa meng-GONG-kan hingga ke seluruh Nusantara dan Internasional.
Untuk mengaplikasikannya kami manghadirkan Rumah Singgah The Dayang di kebun percontohan DNG (Dayang Nursery and Garden ), dimana Teh Tayu - The Heritage Tea sebagai Welcome Drink, budaya minum teh di hadirkan dangan suasana kebun, suasana hijau yang letaknya tidak jauh dari Dusun Tayu Sekitar 10 menit. Dan di DNG pun sudah di tanam Teh Tayu - The Heritage Tea.
By penggiat teh : SUGIA KAM

Penulis: 
Sugia Kam
Sumber: 
Penyuluh kehutanan swadaya Kec.Jebus

Artikel

03/05/2021 | Sugia Kam
24/08/2020 | Dwi Kurnia
11/04/2018 | Diki Anugrah Hardi
30/01/2017 | Mukti Purwanto, S....
08/04/2016 | ELFRISKA DAMAYANTI..., NIP. 19820425..., FUNGSIONAL...
30/01/2017 | Mukti Purwanto, S....
13/03/2014 | Dessy Parlina, S. Pt
29/12/2015 | Eddu Novandaharto...., NIP. 19751121..., FUNGSIONAL AHLI...
08/03/2016 | Dessy Parlina, S. Pt, NIP: 19821228..., Jabatan: Pengawas...
08/04/2016 | ELFRISKA DAMAYANTI..., NIP. 19820425..., FUNGSIONAL...
21/01/2016 | Eddu Novandaharto,..., NIP. 19751121..., FUNGSIONAL AHLI...