Wabup Hadiri Pertemuan dan Paparan Tata Pamer Menumbing

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, SE menghadiri pertemuan dan paparan Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi terkait Tata Pamer Menumbing yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat pada 12 September 2021. Kegiatan bertempat di Pesanggrahan Menumbing. 
Hadir pada kesempatan tersebut diantaranya adalah Kepala BPCB Jambi, Dr. Agus Widiyatmoko, S.S., MM., Kepala Disparbud, Kepala BPKAD, dan Konsultan Tata Pamer beserta Tim. 
Disebutkan oleh Dr. Agus, Tata Pamer Pesanggrahan Menumbing akan mulai dikerjakan mulai minggu depan dan selesai pada bulan Desember 2021.
“Kabupaten Bangka Barat termasuk dalam wilayah cagar budaya. Kami ingin turut serta memberikan sumbangsi terhadap pembangunan kebudayaan di Bangka Barat, karena Bangka Barat punya cagar budaya peringkat nasional, yaitu Pesanggrahan Menumbing dan Pesanggrahan Muntok. Inilah yang menjadi perhatian kami bagaimana cagar budaya tingkat nasional yang mempunyai nilai yang sangat tinggi terhadap Bangsa dan Negara ini harus dikembangkan,” katanya. 
“ Tahun ini kita akan kembangkan dalam bentuk narasi tentang nilai sejarah, kebangsaan, bagaimana nanti bisa disandingkan dengan jalinan sejarah Republik Indonesia. Kami implementasinya tahun ini membuat tata pamer yang futuristik sehingga bisa diapresiasi publik untuk menghargai nilai-nilai kebangsaan yang pernah terjadi di Menumbing,” katanya lagi saat ditemui Tim Liputan Diskominfo.  
Bong Ming Ming saat ditemui oleh tim liputan menyebutkan bahwa kawan-kawan BPCB Jambi sudah memetakan dan mendesain serta akan melakukan beberapa sentuhan di Menumbing dan Wisma Ranggam.
“ Bahwa Menumbing adalah cahaya kebangsaan, wisma ranggam adalah istana kebangsaan. Melihat desainnya, ini adalah peluang luar biasa bagi Bangka barat. Kita ingin memunculkan mindset bahwa inilah salah satu tempat perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, judulnya “dari Bangka untuk Bangsa,” katanya. 
“Akan tetapi, di luar itu, ada beberapa hal yang akan kita perbaiki. Ke depan akan bekerja keras dan berpikir cerdas agar SDM kita betul-betul utuh,” tutupnya. 
Sementara itu, Konsultan komunikasi untuk tata pamer museum, Andri Donas, menyebutkan rencana pembuatan tata pamer ini akan lebih banyak menceritakan bagaimana narasi baru tentang Menumbing ketimbang menghadirkan Menumbing pada masa dulu.
“Kita ingin menggambarkan agar orang dapat cerita. Cahaya kebangsaan menggambarkan tempat refkleksi, kontemplasi karena Hatta karakternya adalah pemikir. Dan saya ingin menciptakan atmosfer itu,” ujar Andri.
Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Uli Nuha
Fotografer: 
Lintang Tatang
Editor: 
Wahyu