Wakil bupati Bangka Barat Ikuti Rakor Persiapan ke III HKSN tahun 2021

Mentok- Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, S.E., mengikuti rapat koordinasi dan persiapan ke III Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) bertempat di OR II Setda Bangka Barat, Kamis 25/11/21.

Dalam sambutannya wabup menyatakan rasa syukurnya karena Bangka Barat menjadi salah satu tempat tujuan dan menjadi tempat puncak kegiatan HKSN tahun 2021.

"Bangka Barat mendapat bantuan untuk kegiatan RS-RUTILAHU (Rehabilitasi Sosial- Rumah Tidak Layak Huni) sekitar 20 rumah, dengan anggaran per rumah adalah 20 juta rupiah. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemensos khususnya ibu menteri dan bapak Beni yang sudah memperjuangkan persoalan ini untuk masyarakat kami," ujarnya.

Bong ming ming juga menuturkan bahwa semangat dari HKSN ini adalah kebersamaan yang ingin kita junjung tinggi.

"20 juta ini adalah anggaran awal dari kementerian dan selanjutnya kita akan minta bantuan beberapa pihak sebagai wujud kebersamaan bagaimana kita bisa membangun, membantu masyarakat yang tidak mampu, khususnya berfokus pada masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah Teluk Rubiah, tempat yang mencerminkan plurarisme di Bangka Barat," tambahnya.

"Harapan kita semua adalah bagaimana HKSN ini betul-betul menjadi sebuah momentum buat kita semua untuk mewujudkan kebersamaan di wilayah kabupaten Bangka Barat," tuturnya.

Selain itu, Bong Ming Ming mengatakan ada beberapa program kegiatan yang disampaikan di Kementerian, salah satunya vaksinasi. Dirinya berharap vaksinasi massal yang akan kita lakukan di Bangka Barat menjadi sebuah tonggak untuk melawan virus corona.

"Saat ini, Bangka Barat yang sebelumnya di level 4, sudah berada di level 1. Provinsi kepulauan Bangka Belitung yang berada di level 1 cuma 2 kabupaten yaitu Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka Barat," jelaskan.

"Bersama kita akan sukseskan HKSN dari program Kementerian di Bangka Barat ini dan mudah-mudahan HKSN menjadi yang terbaik di Bangka Belitung," tutupnya.

Sekretaris Dirjen Penangan Fakir Miskin Kemensos: Bangka Barat mendapat dukungan 25 unit

Pada kesempatan ini, Sekretaris Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial, Beni Sujanto AK S M.Si., yang juga turut menghadiri kegiatan menuturkan bahwa pihaknya punya semangat yang sama dengan Pemerintah daerah untuk mensukseskan penyelenggaraan HKSN serta komitmen kebersamaan tetap terwujud dan terpelihara.

"Dengan kata lain, bagaimana output dan outcome terhadap hasil dari penyelenggaraan HKSN yang akan dilaksanakan di acara puncak tanggal 20 Desember mendatang. Kami tidak bisa memberikan target yang banyak terhadap program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni khususnya di kabupaten Bangka Barat. Terkait dengan ketersediaan anggaran yang kami miliki di pusat dan penyebaran ke seluruh provinsi kabupaten kota yang ada di indonesia ini, sehingga bersyukur di tahun 2021 Bangka Barat merupakan salah satu lokasi yang mendapatkan dukungan dalam program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni," ungkapnya.

Di provinsi kep. Bangka Belitung yaitu Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka Barat mendapat dukungan total 50 unit biaya rehabilitasinya. Di Bangka Barat ada 25 unit terbagi dalam 3 kelompok, 1 kelompok berjumlah 8 orang.

"Nilai 20 juta rupiah per orang atau Per Keluarga Penerima Manfaat saya nilai tidaklah cukup untuk rehabilitasi sosial sebuah rumah, tetapi nilai dan semangatnya adalah yang paling penting sebagai akibat dari stimulan 20 juta rupiah tersebut. Mungkin ada dukungan dari perusahaan lokal, donatur yang peduli, nilai-nilai usaha yang bisa dikembangkan serta kepedulian masyarakat yang menjadi harapan kami dalam program ini," tambahnya.

"Jadi program ini bukan hanya persoalan pada pembangunan rumahnya saja, tetapi bagaimana nilai-nilai kegotong-royongan sebagai nilai dasar yang dimiliki bangsa Indonesia khususnya masyarakat di Kabupaten Bangka Barat itu tetap terpelihara dan semakin diwujudkan, sehingga nilai 20 juta rupiah tersebut hanya sebagai stimulan membeli peralatan, tidak untuk membayar tukang, dan tidak untuk membeli bahan, serta diharapkan mendapatkan dukungan yang lain dari kearifan lokal yang ada disitu," tambahnya.

"Kami berharap keberhasilan program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni ini menjadi percontohan secara nasional," tutupnya.

Turut menghadiri kegiatan adalah Kadinsos, Camat Muntok, Camat Kelapa Camat Parittiga, Camat simpang teritip, perwakilan BPKAD, perwakilan Disparbud, DPMNakertrans, Dinkes, dan PUPR.

Sumber: 
Diskominfo
Penulis: 
Erwin
Fotografer: 
Erwin
Editor: 
Wahyu Pratiwi