Di Pasar Mentok Sudah Bisa Bertransaksi Jual Beli Secara Non Tunai

Era digitalisasi saat ini membuat setiap sektor bisa berjalan efektif dan efisien. Jaringan cepat, informasi tanpa batas, paperless bahkan Cashless saat ini sudah akrab dengan masyarakat tak hanya di kota besar, tetapi juga terjadi di kota kecil.

Pasar Mentok dalam hal ini terpilih dan memenuhi kriteria Kemendag RI untuk menjadi pasar yang menerapkan transaksi non tunai. Bangka Barat menjadi salah satu dari empat Kabupaten/ Kota  yang akan menerapkan transaksi non tunai di pasar tradisional. Selain Bangka Barat, Belitung, Pangkalpinang, Bangka juga dalam proses penerapan hal ini.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Bangka Barat, Miwani mengatakan penetapan pasar Mentok menjadi lokus kegiatan dilakukan Kemendag pada bulan April lalu.

“Banyak kelebihan jika menggunakan sisten non tunai, diantaranya menghindari uang palsu, terjaminnya keamanan bertransaksi, dan kelebihan untuk pedagang adalah pedagang tidak perlu menyediakan dan melakukan pengembalian sisa uang belanja karena semua transaksi sudah dibayar non tunai sesuai jumlah belanja. Akan tetapi, ini hal yang baru bagi pembeli dan dan pedagang di Pasar Mentok, jadi membutuhkan kebiasaan dari para pengguna untuk bertransaksi non tunai,” katanya.

Dikatakan olehnya, pada Senin, 13 Juni 2022 lalu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada perwakilan pedagang yang akan menerapkan QRIS.

“Dan hari ini kita memberikan barcode QRIS kepada 11 pedagang di Pasar Mentok sebagai percontohan penerapan sistem non tunai ini,” jelas Miwani.

Perwakilan Bank Sumsel, Evi, bersama jajaran turut mendampingi para pedagang yang sudah terdaftar dalam melakukan transaksi menggunakan QRIS.

QRIS adalah jaringan atau media pembayaran yang menggunakan QR CODE untuk membantu merchant menerima pembayaran dari semua aplikasi yang berbasis QR di Indonesia seperti BSB Mobile Banking, yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran pada 17 Agustus 2019. Dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara manapun yang digunakan masyarakat dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) yang berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan.

“Bertransaksi menggunakan QRIS akan lebih cepat dan praktis antara penjual dan pembeli, karena penjual tidak harus menyiapkan uang kembalian, meminimalkan yang palsu, serta uang langsung masuk ke rekening penjual. Pembeli juga tidak perlu membawa uang cash agar terhindar dari kejahatan. Tabungan yang punya barcode tidak dikenakan potongan biaya administrasi. Jadi yang sudah memiliki barcode ini adalah para pedagang yang sudah kami sosialisasikan dan menerima program ini,” tutupnya.

 

Sumber: 
Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian
Penulis: 
Wahyu Pratiwi
Fotografer: 
Dian
Kategori Info Publik: 
Kategori Konten: 

Berita OPDInformasi Tentang Kegiatan-Kegiatan OPD

Berita OPD Berdasarkan Jenis